Ilustrasi KPK, Koran Perangi Korupsi. (ngobar)

Polisi Tangkap Wartawan KPK, Koran Perangi Korupsi

Kriminalitas 02 July 2019 14:00 WIB

Cukup benari apa yang dilakukan YP. Dia pakai rompi yang dipunggungnya ada Tulisan KPK. Bukan singkatan Komisi Pemberantasan Korupsi, melainkan Koran Perangi Korupsi. Dengan memakai rompi itu dia beroperasi melakukan pemerasan di wilayah Kalimantan Utara

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Utara (Kaltara) mengecam YP ang mengaku wartawan dari "KPK" (Koran Perangi Korupsi).

Ketua Dt Iskandar Z dan Sekretaris PWI Kaltara di Tanjung Selor, Selasa mengutuk keras atas aksi yang mencoreng nama baik profesi wartawan tersebut.

PWI mendukung agar pihak kepolisian memproses kasus pemerasan yang menimpa seorang guru oleh oknum wartawan itu.

PWI mengimbau guna mencegah aksi serupa, kepada masyarakat, terutama di instansi pemerintahan atau swasta agar selektif menerima wartawan.

"Jangan sungkan tanyakan identitas wartawan dan medianya. Apakah dia punya punya kartu lulus kompetensi melalui uji kompetensi wartawan. Juga tanyakan apakah medianya sudah diverifikasi dewan pers," katanya.

Pengakuan beberapa pejabat mengaku sempat terkecoh dengan kehadiran wartawan yang mengenakan rompi bertuliskan KPK karena mirip dengan Komisi Pemberantasan Korupsi

Sebelumnya, Ditkrimum Polda Kaltara menangkap YP, mengaku wartawan KPK lantaran memeras seorang guru SDN 028 Tanjung Selor.

YP diduga selain di Tanjung Selor, telah melakukan aksi serupa di sejumlah daerah di wilayah Kaltara.

Polisi masih mengembangkan kejadian yang terungkap awal pekan ini.

Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit didampingi Dir Krimum, Kombes Pol Partomo Iriananto mengatakan oknum wartawan itu diamankan setelah menerima laporan dari pihak sekolah yang tak lain adalah korban bernama Setyono, Spd.

Total kerugian korban Rp3,5 juta.

Diakui YP, uang hasil pemerasan itu dilakukan untuk keperluan pribadi untuk membeli HP, lemari, serta keperluannya yang lain.

Modus yang digunakan YP dengan menakut-nakuti korbannya dengan mengatas namakan wartawan KPK.

YP kemudian meminta sejumlah uang dengan alasan ingin membangun kantor di Kaltara. (an/ar)

Penulis : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

02 Jun 2020 05:45 WIB

Buronan KPK Eks Sekretaris MA Nurhadi dan Menantu Ditangkap

Korupsi

Eks Sekretaris MA dan menantunya ditangkap KPK di Jakarta Selatan.

31 May 2020 16:30 WIB

Hari Jadi Surabaya, Risma Ingatkan Wartawan Jaga Jarak Fisik

Surabaya

Kata Risma, masyarakat tidak boleh panik, dalam menghadapi apapun.

31 May 2020 15:45 WIB

KPK: Bansos di Tengah Pandemi Covid-19 Rawan Korupsi

Nasional

Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan Masyarakat bisa menggunakan fitur

Terbaru

Lihat semua
02 Jun 2020 05:31 WIB

Eka Eki di Amerika Serikat

Catatan Dahlan Iskan
Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...