Polisi Menangkap Tersangka Pencabulan di Bawah Umur

19 Nov 2018 13:44 Kriminalitas

Kapolrestabes Surabaya telah menangkap tersangka kasus perkara pencabulan dan sodomi, terhadap anak di bawah umur.

Awal mula polisi mendapat laporan dari keluarga korban, korban laki -laki  yang berinisial RA 14 tahun, ini masih duduk di SMP kelas tiga di sebuah sekolah swasta Surabaya.

Tersangka Saidini alias Alex 25 tahun, merupakan warga Pekanbaru yang tinggal di kos Jalan SEA Wonokromo, Surabaya.

Kanit PPA Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni, mengatakan jika tersangka sudah melakukan tindakan pencabulan tersebut sekitar tujuh kali.

"Ini korban disodomi oleh tersangka sekitar 7 kali, dan untuk lama bulannya sekitar 2-3 bulan, kisaran Agustus hingga September," ujar Ruth, 19 November 2018, di Mapolrestabes Surabaya.

Tersangka melakukan perbuatan cabul terhadap korban dengan cara menyuruh korban datang ke tempat kos-nya di Jalan SEA  Wonokromo, Surabaya. Saat korban datang, tersangka mengajak korban untuk melakukan seks dengan cara tersangka memasukkan kelaminnya ke dalam lubang dubur korban yang juga laki-laki.

Tersangka merekam peristiwa tersebut dengan ponselnya, saat korban menolak karena merasa kesakitan, tersangka mengancam akan menyakiti korban dan akan  menyebarkan video rekaman tak senonoh tersebut ke teman sekolah korban.

Menurut Ruth tersangka mengaku jika, kenal dengan korban melalui aplikasi pertemanan, dan korban datang ke kos Tersangka menggunakan Ojek online.

Saat di tanya Ruth, apa motivasinya melakukan perbuatan itu pada anak di bawah umur, tersangka menyatakan, bahwa anak di bawah umur lebih mudah serta tidak berani menolak. Alasan lainnya, tersangka menyukai korban karena masih muda.

"Ya, tersangka mengaku jika menyukai korban karena masih muda, dan itu lebih mudah karena kalau nolak takut," tambah Ruth.

Tersangka akan ditindak dengan pasal 82 UU no 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU no 23 tahun 2004 tentang perlindungan anak. Tersangka terancam hukuman minimal 5 tahun penjara, dan maksimal 15 tahun kurungan, serta denda sebesar Rp 5 miliar.  

Penulis : Roesdan Suriansyah
Editor : Rizal A


Bagikan artikel ini