Pengendara sepeda motor melintas di dekat spanduk peringatan berhati-hati berkendara di Jalan Raya Kertosono-Madiun, di Nganjuk, Jawa Timur, Senin 3 Juni 2019. Polres Nganjuk memasang sejumlah spanduk dengan kata-kata unik di jalur rawan kecelakaan sebagai peringatan bagi pemudik agar berhati-hati dalam berkendara. (Foto: Antara/Prasetia Fauzani)
Pengendara sepeda motor melintas di dekat spanduk peringatan berhati-hati berkendara di Jalan Raya Kertosono-Madiun, di Nganjuk, Jawa Timur, Senin 3 Juni 2019. Polres Nganjuk memasang sejumlah spanduk dengan kata-kata unik di jalur rawan kecelakaan sebagai peringatan bagi pemudik agar berhati-hati dalam berkendara. (Foto: Antara/Prasetia Fauzani)

Polisi Lamongan: Kecelakaan Mudik di Jalur Pantura Turun

Ngopibareng.id Mudik 09 June 2019 11:55 WIB

Kepolisian Resor Kabupaten Lamongan, Jawa Timur mencatat, kecelakaan selama arus mudik dan balik di jalur pantai utara (Pantura) Kabupaten Lamongan mengalami penurunan dibanding tahun 2018, karena berkurangnya arus kendaraan setelah berfungsinya Tol Trans Jawa.

Kasatlantas Polres Lamongan, Jawa Timur AKP Argya Satria Bhawana di Lamongan, Minggu mengatakan data kecelakaan lalu lintas turun sekitar 71 persen, dari tujuh kecelakaan pada 2018 menjadi dua kecelakaan pada 2019.

Secara umum, kata dia, arus mudik dan balik di jalur Pantura Lamongan relatif aman dan lancar, dengan kepadatan lalu lintas turun 68 persen dibanding momen yang sama tahun 2018.

Namun, dibanding dengan hari biasa jumlah kendaraan yang melintas, khususnya roda empat dari arah Surabaya-Tuban naik 42 persen, sebaliknya Tuban-Surabaya juga naik 63 persen.

Sedangkan jumlah kendaraan roda dua dari arah Surabaya-Tuban naik 34 persen, sebaliknya Tuban-Surabaya naik 42 persen naik.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan secara umum di Jatim ada penurunan laka lantas sebesar 66 persen dibanding pada arus mudik tahun 2018, hal itu berdasarkan data dari hasil Operasi Ketupat Semeru Polda Jawa Timur.

Pada 2018, kata dia, dalam kurun waktu yang sama, jumlah kecelakaan lalu lintas sebanyak 282 kasus, sementara pada 2019 jumlah kecelakaan lalu lintas sebanyak 97 kasus.

Barung menjelaskan jika dilihat dari jenis kendaraan bermotor, sepeda motor menjadi yang terbanyak terlibat kecelakaan lalu lintas pada periode tersebut.

Setidaknya ada 123 kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor pada periode tersebut. Jumlah tersebut menurun 66 persen dibanding tahun lalu yang mencapai 361 kasus.

Sedangkan untuk mobil barang, pada 2019, ada 16 kasus kecelakaan yang melibatkan mobil barang. Jumlah itu menurun 65 persen dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 46 kasus.

Begitu pula kecelakaan yang melibatkan mobil penumpang, jumlah kasusnya menurun hingga 51 persen. Pada 2019, kasusnya mencapai 55 kasus, sementara tahun ini sebanyak  27 kasus.

Sedangkan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus juga menurun 58 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan 12 kasus kecelakaan pada 2018 dan tahun 2019 hanya lima kasus.

Penulis : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

30 Nov 2020 11:55 WIB

Ini yang Menyebabkan Grosjean Selamat dari Tragedi Mengerikan

F1

Pembalap F1 itu sempat terpapar api selama 27 detik.

30 Nov 2020 10:25 WIB

Identitas 7 Korban Mobil Travel Seruduk Truk di Tol Cipali

Nasional

Kecelakaan di Tol Cipali menewaskan 10 orang.

26 Nov 2020 21:58 WIB

Ambulans vs Motor, Ini Kronologi Versi RS Pemilik Ambulans

Jawa Timur

Pihak rumah sakit pemilik ambulans angkat bicara.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...