Standar ganda polisiPolisi Enggan Buka Identitas Pemesan Vanessa dan Shaqilla

07 Jan 2019 11:36 Kriminalitas

Kasus prostitusi online yang menyeret dua artis Vanessa Angel (VA) dan Avriella Shaqilla (AS) ini banyak publik yang bertanya, siapa yang memesan jasa prostitusi tersebut dengan harga yang fantastis 80 juta itu. Atas pertanyaan publik ini, polisi enggan menyebutkan siapa pelanggan tersebut.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur, Kombes pol Frans Barung Mangera mengatakan, tidak ada niat dari polisi untuk menyembunyikan informasi namun. Namun masalahnya, ada informasi yang dikecualikan karena bagian dari proses penyidikan yang sedang berjalan.

"Jangan ganggu dulu penyidikan, karena ada informasi yang kita tutup sementara untuk supaya kasus ini berlanjut. Kalau kita buka nanti akan mengganggu informasi sebagai kepentingan penyidikan," ujar Barung di Markas Polda Jawa Timur, Senin 7 Januari  2019.

Pertanyaannya kemudian, adakah kemungkinan pelanggan ini bisa menjadi tersangka? Atas pertanyaan ini Barung menyatakan bahwa tidak ada pasal atau regulasi undang-undang kita jika seseorang memakai jasa prostitusi bisa dijerat dengan hukum pidana.

"Penegak hukum hanya menjalankan regulasi itu tidak lain tidak bukan. Kecuali pelanggan itu menggunakan jasa ini untuk orang lain, dan menerima hasil dari jasanya," beber Barung.

Barung menambahkan jika tugas polisi bukanlah untuk membuka aib seseorang. Tugas polisi adalah menegakkan undang undang. Polisi tak akan memproses orang jika tak ada regulasi yang bisa menjeratnya.

Sikap polisi yang tak mau membuka identitas pemesan ini agak berseberangan dengan saat membuka informasi soal dugaan dua artis ini terlibat prostitusi. Padahal antara pelaku prostitusi dan pemesan dalam konteks hukum pidana sebenarnya sama. Mereka juga tak bisa dikenakan dengan jeratan hukum.

(ocn)

Penulis : Roesdan Suriansyah
Editor : Moch. Amir


Bagikan artikel ini