Kondisi usai kerusuhan di Kota Blitar, Selasa 18 Februari 2020. (Foto: Istimewa)

Polisi Buru Provokator Rusuh di Blitar

Kriminalitas 19 February 2020 14:57 WIB

Polda Jawa Timur tengah memburu oknum suporter yang menjadi provokator kerusuhan di Kota Blitar. Seperti diberitakan Ngopibareng.id, Selasa 18 Februari 2020, jelang dan pasca pertandingan babak semifinal Piala Gubernur Jatim 2020 antara Persebaya Surabaya melawan Arema FC di Stadion Soepriadi, Blitar, rusuh bahkan massa melakukan aksi pembakaran sepeda motor.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, pihaknya telah mengantongi hasil identifikasi ciri-ciri oknum yang menjadi provokator kerusuhan suporter.

"Polres sudah ada identifikasi, sudah diambil videonya yang saat ini kita akan tindaklanjuti untuk kita cari pelakunya. Ada beberapa dan kita masih selidiki," kata Luki saat ditemui di Mapolda Jatim, Surabaya, Rabu 19 Februari 2020 siang.

Hanya saja, Jenderal Bintang Dua itu tidak menyebut bahwa oknumnya berasal dari suporter klub mana, karena belum diketahui pasti identitas oknum tersebut.

“Kita tidak melihat itu suporter atau apa gitu, nanti kalau bawa-bawa nama suporter ini nanti terjadi (salah paham). Wah ini gawat,” ungkapnya.

Namun, Luki meminta pihak yang membuat rusuh mau bertanggung jawab karena telah menyebabkan banyaknya kerugian materil. Diketahui ada lebih dari 10 kendaraan sepeda motor yang terbakar dan masih banyak kerusakan lainnya.

"Kalau yang berbuat saya minta itu oknum harus bertanggungjawab. Jika besok (final Piala Gubernur Jawa Timur) rusuh, kita akan tindak tegas. Dia berarti sudah melanggar aturan," pungkas Luki.

Sebelum laga semifinal Piala Gubernur Jawa Timur digelar, kerusuhan terjadi di beberapa ruas jalan di Kota Blitar, Selasa 18 Februari sekitar pukul 14.00 WIB. Namun belum diketahui penyebabnya. Hanya tampak, ada suporter Bonek Mania yang memang bergesekan dengan tim keamanan hingga terjadi aksi bakar-bakaran.

Kabarnya, ada beberapa okunum suporter yang kecewa karena tidak diperbolehkan masuk stadion. Diduga pihak tersebut yang memperuncing gesekan dengan petugas keamanan. Mereka benar-benar mengabaikan pengumuman Panpel soal gelaran semifinal tanpa penonton yang gencar diberitakan media massa termasuk Ngopibareng.id, sejak Minggu 16 Februari 2020.

Penulis : Fariz Yarbo

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

18 Sep 2020 14:40 WIB

Anemia Sebabkan Risiko Kematian Tertinggi Pasien Covid-19

Kesehatan

Karena, Anemia mempengaruhi daya tahan tubuh.

18 Sep 2020 14:20 WIB

Pelanggar Protokol di Kota Malang Terbanyak, ini Kata Walikota

Jawa Timur

Kota Malang peringkat pertama pelanggar protokol kesehatan.

18 Sep 2020 14:05 WIB

Ditilang Karena Tak Bermasker Dalam Mobil, Ini Kata Jubir Satgas

Nasional

Penggunaan masker dalam mobil tetap diharuskan karena berada di luar rumah

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...