Tangkapan layar halaman Twitter Muslim Cyber Army (Foto: Twitter)
Tangkapan layar halaman Twitter Muslim Cyber Army (Foto: Twitter)

Polisi Bekuk Pentolan Muslim Cyber Army

Ngopibareng.id Nasional 27 February 2018 10:41 WIB

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mengungkap kelompok  yang selama ini sering menyebarluaskan ujaran kebencian. Kelompok itu menamakan diri sebagai Muslim Cyber Army (MCA). Hasil pengungkapan itu, polisi menangkap empat orang tersangka diamankan secara bersamaan di empat kota yang berbeda, yakni Jakarta, Bali, Pangkalpinang, dan Sumedang.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Pol Fadil Imran mengatakan para pelaku tersebut merupakan tim inti dari kelompok MCA yang belakangan gencar melemparkan isu hoaks atau berita bohong kepada masyarakat. Empat orang tersebut atas nama berinisial ML, RSD, RS dan YUS.

"Isu yang dibuat adalah kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI), penculikan ulama, ujaran kebencian kepada pejabat pemerintah hingga tokoh-tokoh masyarakat," kata Fadil melalui keterangan tertulis, Jakarta, Selasa 27 Februari 2018.

Bukan hanya itu saja, para pelaku juga tak segan-segan untuk menyerang siapapun yang dianggapnya orang itu merupakan musuhnya atau lawannya.

"Kelompok ini juga melakukan serangan terhadap kelompok yang dianggap lawan dari mereka," ujarnya.

Lebih lanjut, Fadil pun mengungkapkan bahwa pelaku juga memiliki group di media sosial di WhatsApp yang diberi nama The Family MCA. Group salah satunya untuk membahas isu hoaks lalu diviralkan.

Kelompok ini juga ternyata bisa membuat virus yang bisa membuat perangkat elektronik orang menjadi rusak. Dari penangkapan ini, penyidik telah menyita dua unit laptop dan dua unit telepon genggam. Kemudian ada beberapa kartu identitas.

"Pengungkapan ini hasil dari patroli siber yang kami lakukan dan pengembangan di kasus penyebar hoaks di Jawa Barat yang juga berkelompok," ujarnya.

Atas perbuatannya, para pelaku dipersangkakan dengan Pasal 45 A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan atau Pasal 4 huruf b angka 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 Tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan atau pasal 33 UU ITE.

"Sementara ini kami akan mendalami pelaku lain dari grup-grup yang diikuti oleh para tersangka," pungkasnya. (amr)

Penulis : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

28 Mar 2018 10:09 WIB

Petakan Potensi Kader Muhammadiyah , Adi Hidayat Temui Haedar Nashir

Khazanah

Adi Hidayat, tokoh muda Muhammadiyah mengungkapkan, potensi kader Muhammadiyah di berbagai daerah luar biasa. Adi menyatakan bahwa dirinya telah menjumpai banyak kader Muhammadiyah yang memiliki kuali

11 Mar 2018 03:45 WIB

MUI Apresiasi Langkah Tolak Penyebutan Muslim Penyebar Hoax

Kriminalitas

Dia mengatakan Kepolisian agar dalam penanganan masalah kejahatan siber lebih fokus pada tindakan kriminal dengan tidak mengaitkan kepada identitas pelakunya.

07 Mar 2018 17:50 WIB

Membungkam Muslim Cyber Army. Mungkinkah?

Kolom Hersubeno Arief

Keinginan untuk melemahkan apalagi membungkam MCA, bila melihat realitas masyarakat kita adalah suatu hal yang naif. Cara menakut-nakuti, framing dan membuat semacam labeling, tidak akan mempan.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...