Kabid Humas Polda Malut AKBP Hendri Badar menggelar konferensi pers terkait pemecatan enam anggota Polda Malut di ruang Humas Mapolda pada Rabu 27 Maret 2019. (Foto: Antara/Abdul Fatah)

Polda Mauluku Utara Pecat Lima Anggotanya

Timur Indonesia 27 March 2019 23:04 WIB

Kapolda Maluku Utara (Malut) Brigjen Pol Suroto resmi menandatangani Surat Keputusan (SK) Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) bagi enam anggota Malut yang terbukti bersalah sejak Maret 2019 ini.

"Ini merupakan wujud dari Polri dalam hal ini Polda Malut untuk membenahi diri, yaitu dengan sistem ''reward dan punishment," kata Kabid Humas Polda Malut AKBP Hendri Badar di Ternate, Rabu.

Hendri mengatakan, keenam anggota Polda Malut melakukan berbagai pelanggaran, sehingga dipecat yaitu Briptu K bertugas di BA Sat Brimob Malut dalam kasus penyalahgunaan narkotika telah diterbitkan keputusan PTDH nomor : Kep/88/III/2019 Tanggal 18 Maret 2019.

Brigpol N yang bertugas di BA Min Sub 3 Den A Sat Brimob Polda Malut dalam kasus tindakan asusila, Brigpol S bertugas di BA Yanma Polda Malut dalam kasus penyalahgunaan narkoba, Brigpol BH bertugas di Yanma Polda Malut dalam kasus penyalahgunaan narkoba, Briptu E, anggota Polres Ternate dalam kasus penyalahgunaan narkoba.

Menurut Hendri, selain lima anggota yang sudah diterbitkan Keputusan PTDH oleh Kapolda Malut, terdapat satu anggota telah diusulkan PTDH ke AS SDM Kapolri I dengan Nomor : B/424/III/KEP./2019 tertanggal 13 Maret 2019 bernama Iptu MT karena kasus tindak pidana penipuan.

Hendri menegaskan, Polda Malut selalu memberikan penghargaan bagi anggota yang memiliki prestasi dalam hal mengabdikan diri kepada bangsa dan negara untuk melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat demi terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat.

Sebaliknya, akan memberikan hukuman bagi anggota yang melanggar hukum yang telah terbukti bersalah.

Sementara itu, Polda Malut tetap memproses empat anggota Brimob Polda Malut yang diduga melakukan penembakkan terhadap dua warga Kawasi di kawasan tambang nikel Pulau Obi.

Empat personel Sat Brimob Polda Malut itu telah menjalani proses pemeriksaan secara intensif, karena tindakan mereka menembak dua warga kakak-beradik bernama Mince Lessy dan Melman Nan Lessy asal Desa Kawasi yang terkena tembakan di bagian paha dan lutut merupakan tindakan yang inprosedural. (ant)

Penulis : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

26 Feb 2020 15:41 WIB

Terkait Kasus Susur Sungai, FSGI Dan PGRI Sesalkan Guru Dibotaki

Nasional

Ferderasi Serikat Guru Indonesia ( FSGI ) mendukung proses hukum yang adil

20 Feb 2020 13:30 WIB

Polisi Gelar Razia Gabungan di Stasiun dan Terminal di Malang

Liga Indonesia

Imbau Jakmania dan Aremania tak berangkat ke Gelora Delta Sidoarjo

20 Feb 2020 07:01 WIB

Oknum Polisi Terlibat Penyelundupan 60 Ribu Inex dan 10 Kg Sabu

Kriminalitas

Oknum polisi di Polres Bangkalis, Riau, terlibat penyelundupan narkoba.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.