Penyebab Amblesnya Jalan Raya Gubeng, Ini Temuan Polisi

23 Jan 2019 22:10 Kriminalitas

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan penyebab amblesan tanah di Jalan Raya gubeng akibat ketidakmampuan struktur dinding penahan proyek basement RS Siloam menahan beban jalan karena kedalaman galian.

"Dari hasil penyelidikan penyebab amblesan jalan raya gubeng karena ketidakmampuan struktur dinding penahan tanah tipe continues pile, atau soldier pile, sisi timur menahan akumulasi gaya dorong atau tekanan," kata Luki saat konferensi pers di Mapolda Jatim, Rabu 23 Januari 2019.

Luki juga mengatakan, amblesnya Jalan Raya Gubeng ini juga disebabkan beberapa faktor lainnya, seperti beban dinamis kendaraan yang melintas setiap hari di jalan tersebut. Dan juga faktor existing air tanah yang tinggi dapat mengurangi stabilitas dinding penahan tanah.

"Dari faktor tersebut stabilitas dinding penahan tanah di Jalan Raya Gubeng mengalami kelongsoran," katanya.

Pengerjaan proyek basement milik PT Saputra Karya ini dimulai dari tahap perencanaan proyek pada tahun 2012 dan pengerjaan mulai tahun 2013.

Kepolisian menemukan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) keluar pada 2015 dengan spesifikasi bangunan dua lantai ke bawah dan 20 ke atas. Kemudian muncul IMB kedua pada 2017 dengan spesifikasi yang berbeda.

"Pada 2017 keluar lagi IMB dengan spesifikasi rencana bangunan tiga lantai ke bawah dan 26 ke atas. Jadi ada dua kali IMB, namun dalam proses spesifikasinya juga berbeda-beda," kata Luki.

Penggalian pembangunan basement oleh PT NKE ini dimulai 9 Desember tahun 2017. Namun pada proses pembangunannya ternyata sudah ada permasalahan dimana pada 10 september 2018 ada perbaikan beberapa bangunan di Jalan Raya Gubeng.

"Ada komplain juga karena dampak dari pembangunan tersebut ada pembuangan limbah di got lumpur, kemudian ada penurunan bangunan yaitu pada 8 Oktober di bangunan Elizabeth. Sehingga dari rangkaian kejadian ini sebelum adanya kejadian 18 Desember 2018 sudah ada dampak dari pembangunan tersebut," katanya. (ocn)

Penulis : Roesdan Suriansyah
Editor : Witanto


Bagikan artikel ini