Polda Jatim Resmi Tahan Pemilik Akun Facebook Antonio Banerra

11 Apr 2019 22:07 Kriminalitas

Tersangka kasus ujaran kebencian melalui Facebook, Arif Kurniawan alias Antonio Banerra telah memasuki babak baru. Kepolisian Daerah Jawa Timur telah memproses secara hukum kasus itu dan telah menahan tersangka untuk menunggu proses hukum selanjutnya.

Kapolda Jatim, Irjen Pol, Luki Hermawan mengungkapkan hal itu, di Polda Jatim, Kamis, 11 April 2019.

"Peristiwa yang disebutkan tersangka bahwa akan ada peristiwa besar dan berdarah selepas Pilpres apabila salah satu pihak kalah adalah hoaks! Itu tidak benar," ujar Luki.

Luki menambahkan, Arif Kurniawan alias Antonio Banerra telah ditangkap, diproses, serta ditahan oleh Polda Jatim beserta barang bukti yang telah diamankan saat penangkapan pelaku di rumah tinggalnya.

barang bukti screenshot komentar Arif Kurniawan alias Antonio Banerra di akun Facebook miliknya
barang bukti screenshot komentar Arif Kurniawan alias Antonio Banerra di akun Facebook miliknya.
telepon genggam dan kartu sim yang digunakan pelaku untuk melakukan ujaran kebencian
telepon genggam dan kartu sim yang digunakan pelaku untuk melakukan ujaran kebencian

"Jadi ini contoh bahwa pelaku ujaran kebencian yang meresahkan masyarakat akan ditangkap dan diadili secara hukum. Jangan percaya info-info yang belum ada dasarnya di media sosial," kata Luki mengakhiri.

Diberitakan sebelumnya, Arif Kurniawan alias Antonio Banerra ditangkap pihak Polda Jatim, Sabtu 6 April 2019, karena memposting komentar diakun facebook bernama Antonio Banerra dengan komentar "Tetap PRABOWO, bila perlu tragedi 98 diulang kembali biar qt bisa perkosa itu wanita2 keturunan CINA. Ayo coblos PRABOWO biar HABEB REZEK bisa pulang dan bikin ribut lagi di INDONESIA". Dalam akun Facebooknya ia mengaku sebagai karyawan dari perusahaan media asal Surabaya, Jawa Pos National Network (JPNN).

Saat ditangkap Polda Jatim ia mengaku merupakan korban tragedi '98. Namun saat ditanya media, ia mengatakan bahwa ia berbohong dan bukan merupakan korban kerusuhan Mei '98.

"Saya menyesal telah menulis komentar itu, saya tidak tahu akan berdampak dan meresahkan masyarakat seperti ini. Saya tulis komentar itu tanpa berfikir dan untuk korban 1998, saya bukan korban kerusuhan 1998. Kemarin saya bohong, saya hanya nyeletuk saja,"pungkas Arif Kurniawan alias Antonio Banerra.

Kini ia hanya bisa menyesali perbuatannya yang telah meresakan masyarakat Indonesia khususnya keturunan Tionghoa. (alf)

Penulis : Alief Sambogo
Editor : Riadi


Bagikan artikel ini