Foto Veronica Koman yang disebarkan Polda Jatim. (Istimewa)

Polda Jatim Gandeng Interpol Kejar Veronica Koman

Hukum 04 September 2019 16:17 WIB

Kepolisian Daerah Jawa Timur bekerja sama dengan Mabes Polri dan Interpol untuk mengejar tersangka kasus dugaan hoaks Asrama Mahasiswa Papua Surabaya hingga berujung kerusuhan di Papua, Veronica Koman.

"Kami akan bekerja sama karena yang bersangkutan saat ini berada di luar Indonesia," ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan kepada wartawan di  Surabaya, Rabu.

Pihaknya menetapkan Veronica Koman yang juga kuasa hukum Komite Nasional Papua Barat (KNPB) itu karena dianggap ikut memprovokasi insiden di Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya hingga menyebabkan demonstrasi berujung rusuh.

Terkait kerusuhan di Papua, kata dia, Veronica beberapa kali membuat tulisan provokatif di media sosial, yakni "polisi mulai tembak ke asrama mahasiswa Papua", "total ada 23 tembakan termasuk gas air mata",

"Ada juga postingan 'anak-anak tidak makan selama 24 jam dan terkurung'. 'Disuruh ke luar ke lautan massa'. Semua tulisan tersebut ditulis menggunakan bahasa Inggris," ucapnya.

Sebelum meningkatkan status Veronica sebagai tersangka, polisi mengatakan telah dua kali memberikan surat pemanggilan kepada Veronica terkait kasus hoaks tersebut, namun yang bersangkutan tak pernah datang.

"Kami sudah melakukan pemanggilan dua kali sebagai saksi, tapi tidak pernah hadir," kata jenderal polisi bintang dua tersebut.

Sebagai tersangka, polisi menjerat Veronica dengan pasal berlapis yakni UU ITE KUHP Pasal 160 KUHP, kemudian UU Nomor 1 Tahun 1946 dan UU Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Suku, Etnis dan Ras. (an/ar)


Penulis : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

19 Mar 2020 06:02 WIB

Antisipasi Covid-19, Kejari Pasuruan Tutup Loket Tilang

Ngopibareng Pasuruan

Pelanggar bisa akses hotline Kejari Pasuruan di nomor 082244908699.

10 Feb 2020 18:46 WIB

Veronica Koman Serahkan Data Pelanggaran HAM Papua ke Jokowi

Nasional

Serahkan data saat Jokowi kunjungan ke Australia

04 Feb 2020 13:30 WIB

Nasib Nikita Mirzani Jadi Tahanan Kota

Hiburan

Dilarang meninggalkan Jakarta dan wajib lapor dua kali dalam seminggu.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...