Didesak Tangkap Pemesan Vanessa, Ini Jabawan Polda Jatim

01 Feb 2019 11:19 Kriminalitas

Menanggapi aski simpatik puluhan wanita yang mengatasnamakan Emak Emak Jawa Timur yang menuntut pengguna jasa protitusi online juga ditangkap, Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, Polda Jatim tidak terpengaruh.

"Kita tidak terpengaruh dengan demo apapun," tegas Barung, saat di Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur, Jumat 1 Februari 2019.

Menurut Barung, tuntutan agar pemesan jasa Vanessa atau prostitusi online lainnya ditangkap dan dihukum tidak ada regulasinya, sehingga Polda Jatim tidak bisa melakukan hal itu.

"Seandainya ada regulasi dan Undang-Undang yang bisa menjerat pemakai jasa (pemesan prostitusi online), pasti akan kita lakukan," ujarnya.

Namun menurutnya, hal tersebut tetap menjadi kewenangan penyidik, atau hakim yang nantinya memeriksa kasus ini.

"Kalau pemakai jasa itu kewenangan penyidik atau hakim untuk memeriksa ya silahkan. Pemeriksaan terhadap pemesan yang dilakukan penyidik itu dalam rangka memperjelas suatu tindak pidana," kata Barung.

Lanjut Barung, terkait pemesan, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim, pemesan hanya sebagai saksi untuk melengkapi informasi, tapi kalau untuk menangkap pihaknya tidak bisa karena tidak ada aturannya.

 

"Kalau demo kita disuruh menangkap penggunanya dasarnya apa? Karena kepolisian melakukan penindakan itu harus ada dasar hukumnya" pungkas Barung.(ocn)

Penulis : Roesdan Suriansyah
Editor : Rizal A


Bagikan artikel ini