Polda Jatim Grebek Pabrik Kosmetik Ilegal di Kediri

04 Dec 2018 22:25 Kriminalitas

Polda Jatim menggrebek pabrik kosmetik ilegal yang beromset ratusan juta di Kediri. Bahkan pabrik yang berdiri 2 tahun ini telah menyewa puluhan artis untuk memasarkan produknya.

Seorang pengusaha yang juga pemilik pabrik kosmetik dengan merek Derma Skin Care (DSC) menjadi tersangka dalam kasus ini. Ia berinisial KIL, 26 tahun, warga Kediri.

Direktur Reskrimsus Polda Jatim, Kombespol Ahmad Yusep Gunawan, Selasa, 4 Desember 2018 mengatakan tersangka setiap harinya memproduksi kosmetik merek DSC di rumahnya dengan dibantu 20 karyawan.

"Usaha produksi kosmetik palsu berkedok jasa klinik kecantikan yang dijalankan setiap hari di rumah tersangka. Produk kosmetiknya sudah terkenal karena banyak artis disewa untuk pembuatan iklannya," Yusep.

Ditambahkan Yusep, artis-artis yang disewa untuk produksi iklan kosmetik buatan tersangka ini rata-rata tidak mengetahui kalau ternyata ilegal. "Artis-artis ini tidak tahu kalau produk yang mereka endorse itu ternyata ilegal," katanya.

Kata Yusep, dari hasil keterangan tersangka ada enam artis yang sudah disewa untuk produk kosmetiknya itu, yaitu VV, NR, MP, NK, DJB dan DK. Para artis yang menjadi endorse ini kebanyakan artis penyanyi dangdut.

Dari hasil penggrebekan pabrik kosmetik palsu ini polisi berhasil menyita ribuan paket kosmetik bermerek Derma Skin Care palsu yang terdiri 20 item produk kosmetik yang tidak terdaftar di BPOM. Diantaranya ada Beauty Day Cream, Beauty Collagen Cream, dan lain sebagainya.

Selain itu polisi juga menyita puluhan alat kesehatan diantaranya berupa jarum suntik dan selang infus yang total berjumlah 84 buah.

Kepada penyidik, tersangka membanderol kosmetiknya itu dengan harga lumayan mahal, mulai Rp350 ribu hingga Rp500 ribu perpaket. Dalam sebulan, tersangka mampu menjual 750 paket dengan wilayah edar Surabaya, Jakarta, Bandung, Makassar, dan Medan.

Tersangka juga mengaku bahan yang digunakan untuk produksi kosmetiknya itu dari campuran sejumlah merek terkenal seperti Marcks Beauty Powder, Mustika Ratu, Sabun Papaya, Vivo Lotion, Vasseline, Sriti dan lain-lain.

 

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 197 jo pasal 166 ayat 1 undang-undang Republik Indonesia nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, dengan ancaman penjara 15 tahun, serta denda maksimal Rp 1,5 miliar. (ocn)

Penulis : Roesdan Suriansyah
Editor : Witanto


Bagikan artikel ini