Polda Jatim: Ada Indikasi Korupsi Proyek Pembangunan SDN Gentong

08 Nov 2019 14:10 Korupsi

Tim labolatorium forensik Polda Jawa Timur telah menyelesaikan gelar perkara terhadap peristiwa ambruknya atap SDN Gentong, Kota Pasuruan, yang menyebabkan dua orang meninggal dunia dan 11 orang luka-luka.

Dari hasil gelar perkara bersama Polres Kota Pasuruan, ditemukan dua kasus. Yakni kasus 359 yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia, luka berat, dan luka ringan yang akan ditangani oleh Polres Kota Pasuruan.

"Kemudian untuk tindak pidana tertentu atau tindak pidana korupsi akan ditangani oleh Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Jatim," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera saat ditemui di Polda Jatim, Jumat 8 November 2019.

Ia mengatakan, jika dugaan korupsi itu karena ditemukan banyak hal yang tidak sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang ada.

"Indikasinya adalah ada material yang tidak sesuai dan ada ketentuan daripada konstruksi yang tidak sesuai," terangnya.

 

Meski begitu, hingga saat ini dirinya belum bisa memastikan nama-nama yang ditetapkan sebagai tersangka. Sebab, hingga saat ini tim penyidik masih terus melakukan pendalaman informasi dari beberapa saksi.

Empat saksi itu adalah RT selaku PNS Dinas Pendidikan Kota Pasuruan yang merupakan pejabat pembuat komitmen (PPK), pria berinisial LS selaku Direktur CV Andalus, ketiga SM Direktur CV DHL Putra selaku mitra pembangunan, dan MR selaku PNS RSUD Dr R Soedarsono yang juga merupakan pejabat pembuat komitmen (PPK) pada proyek yang dimulai tahun 2012.

"Kita masih akan gelar perkara kasus ini secepat mungkin secara transparan untuk menetapkan siapa tersangka dan saksi. Laboratorium forensik sudah dapat itu semua, sekarang tinggal kita combine dengan hasil (saksi)," pungkasnya.

Ambruknya atap SDN Gentong sementara ini diduga karena ada kesalahan prosedur pembangunan, Selasa 5 November 2019. Sehingga, terjadi kecelakaan kerja yang menyebabkan ada 13 orang korban. Di mana, dua di antaranya meninggal dunia, dan sisanya masih dalam perawatan.

Adapun gedung sekolah yang ambruk berada di bagian depan terdiri dari empat kelas, yakni kelas 2 A dan B, serta kelas 5 A dan B.

Penulis : Fariz Yarbo
Editor : Rizal A


Bagikan artikel ini