Ilustrasi buah-buahan dan sayuran. (Foto: Google)

Pola Makan Sehat Selama Puasa Ramadhan

Kesehatan 26 April 2020 04:00 WIB

Selama bulan Ramadhan, beberapa orang mungkin tidak melakukan aktivitas fisik. Seluruh umat muslim di dunia, selain menahan makan dan minum, mereka juga tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa mulai dari terbit hingga tenggelamnya matahari.

Alhasil, jam biologis tubuh dan pola makan berubah. Akibatnya dapat meningkatkan berat badan, tekanan darah naik dan kadar kolesterol bertambah jika perubahan ini tidak diimbangi dengan pola hidup sehat. Oleh sebab itu pola makan dan istirahat yang baik selama berpuasa perlu diperhatikan.

Merangkum dari situs resmi WHO, berikut tips pola makan yang sehat selama puasa Ramadhan:

1. Minum air yang banyak di antara waktu berbuka dan sahur. Direkomendasikan 10 gelas air atau sekitar 8 liter sehari untuk mengganti cairan tubuh yang hilang selama berpuasa. Tambahan cairan tubuh juga dapat diperoleh dari buah-buahan kaya air seperti semangka, timun dan sayuran seperti tomat. Hindari minuman berkafein seperti kopi, teh dan soda.

2. Makan tiga biji kurma saat buka puasa sangat direkomendasikan karena kaya serat dan karbohidrat.  Jangan lupa konsumsi sayuran untuk mendapatkan vitamin dan nutrisi penting. Makan daging tanpa lemak, ayam dan ikan tanpa kulit, untuk mendapatkan protein yang sehat.

3. Hindari makan makanan manis olahan setelah berbuka puasa. Makanan manis yang direkomendasikan untuk dikonsumsi adalah buah yang mengandung air, seperti semangka, melon atau buah musiman lainnya, seperti peach atau nectarine.

4. Untuk menu sahur direkomendasikan mengonsumsi sayuran, makanan yang mengandung karbohidrat seperti nasi dan roti gandum, makanan kaya protein seperti susu, keju dan telur, serta lauk pauk lain. Jangan lupa mengonsumsi buah seperti alpukat.

5. Kurangi konsumsi makanan yang kaya lemak, terutama daging berlemak, makanan yang dibuat dengan puff pastry, atau pastry dengan tambahan lemak / margarin atau mentega. Daripada menggoreng makanan, disarankan untuk menggunakan metode memasak lainnya, seperti mengukus, memasak dengan saus, menggoreng dengan sedikit minyak dan membuat kue.

6. Hindari makanan yang mengandung banyak garam, seperti sosis, produk daging dan ikan olahan dan asin, zaitun dan acar, makanan ringan, keju asin, berbagai jenis kerupuk, salad, olesan dan saus siap saji (seperti mayones, mustard, saus tomat).

7. Makan perlahan, dan dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu. Makan besar menyebabkan mulas dan ketidaknyamanan.

8. Cobalah untuk bergerak sebanyak mungkin dan aktif di malam hari, misalnya, dengan berjalan kaki setiap hari.

9. Rata-rata orang berpuasa antara 13 sampai 16 jam sehari. Selama siang hari, ketika suhu tinggi, sangat penting untuk tetap berada di tempat yang dingin dan teduh, untuk menghindari matahari.

Penulis : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

24 Sep 2020 09:50 WIB

Cegah Klaster, Bawaslu Banyuwangi Bentuk Pokja Pencegah Covid-19

Pilkada

Pokja pencegah Covid-19 terdiri unsur Polri, TNI, Bawaslu, dan pemerintah.

24 Sep 2020 09:20 WIB

Mengapa Perselingkuhan Bisa Terjadi?

Konsultasi Psikologi

Kenali tanda-tanda perselingkuhan dan solusi permasalahannya.

24 Sep 2020 07:26 WIB

Menara Eiffel Diancam Bom, Begini Evakuasi Polisi pada Turis

Internasional

Teror bom dari penelepon misterius

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...