Pohon angsana di tribun Gelora 10 November Surabaya. (Foto: Istimewa)
Pohon angsana di tribun Gelora 10 November Surabaya. (Foto: Istimewa)

Renovasi, Pohon Angsana di Tribun Tambaksari Tidak Akan Ditebang

Ngopibareng.id Surabaya 16 June 2020 21:36 WIB

Gelora 10 November atau Stadion Tambaksari menjadi salah satu ikon di Kota Surabaya. Di stadion itulah Persebaya Surabaya bermarkas sebelum pindah ke Gelora Bung Tomo (GBT).

Di sana juga tim Niac Mitra mempertontonkan permainan apik, petik kemenangan 2-0 melawan tim asal Inggris, Arsenal pada 16 Juni 1983. Di stadion itu pula, Persebaya Surabaya pernah menjamu tim bertabung bintang, PSV Eindhoven pada 1996.

Kala itu, ada hal unik yang disaksikan oleh mantan MC legendaris Persebaya, mendiang Supangat. Di suatu kesempatan dia bercerita ketika Persebaya melawan PSV, pemain asal Brasil Ronaldo tak dimainkan dan duduk di bangku cadangan.

Namun menurut Supangat, ada yang berbeda dari Ronaldo saat itu. Pemain plontos itu tak fokus di pertandingan, namun matanya melihat sekeliling Gelora 10 November yang dipenuhi pohon di area tribun.

"Saya perhatikan, Ronaldo melihat pohon-pohon yang ada di stadion. Mungkin dia bingung, kok bisa ya ada pohon ditanam di tribun," kata Supangat.

Memang, stadion lawas tersebut dikenal dengan ikon unik yakni pohon angsana di area tribun. Pemandangan itu terus menjadi background di televisi tatkala Persebaya bertanding.

Kini, setelah menjadi saksi bisu datangnya pemain dunia di klub Arsenal dan PSV, pohon angsana itu siap menyambut bintang-bintang muda dunia di Piala Dunia U-20 tahun 2021.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan akan tetap 'membiarkan' keberadaan pohon tersebut di tribun. Mereka tak akan menebang pohon itu, sebab sudah menjadi ikon-nya Gelora 10 November.

Hal itu disampaikan oleh Kabid Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya (DPRKPCKTR) Iman Krestian, Selasa 16 Juni 2020.

Menurut Iman, PSSI dan FIFA tidak mempermasalahkan keberadaan pohon-pohon tersebut di tribun. Sebab, Gelora 10 November hanya diproyeksikan menjadi tempat latihan negara peserta.

Namun, untuk menjamin keamanan dan kekuatan pohon, pihaknya hanya akan melakukan perantingan. Seperti yang dilakukan untuk pohon-pohon yang berada di jalanan protokol Kota Surabaya.

"Mana ada yang ditebang Mas. Tidak ada yang ditebang kok. Yang ada hanya perantingan saja. (Pohon) nggak dipermasalahkan sih. Karena kan untuk lapangan latihan," katanya.

Dengan begitu, ikon pohon di Gelora 10 November akan tetap eksis untuk Piala Dunia. Namun, ia mengaku akan tetap memperbaiki tribun-tribun di sekitar pohon itu yang sempat dikabarkan mengalami keretakan yang lumayan membahayakan.

Iman mengatakan, saat ini pihak Pemkot Surabaya sedang mengkaji lebih dalam, baik dari sisi teknis maupun kekuatan bangunan. Untuk menentukan metode perbaikan yang akan dilakukan oleh pihaknya.

"Jadi saat ini sedang proses kajian struktur oleh ITS. Untuk menentukan metode perbaikannya. karena memang terjadi beberapa penurunan konstruksi (retak) tribun, akibat penurunan tanah urug dibawahnya," pungkasnya.

Penulis : Alief Sambogo

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

05 Dec 2020 07:03 WIB

Mohammad bin Salman, “Tuan Segalanya“ Menuju Arab Saudi Modern

Tokoh

Buktikan Arab Saudi tak lagi bergantung pada minyak

05 Dec 2020 06:29 WIB

Terapkan Jeda Kemanusiaan di Afghanistan, Ini Komitmen RI

Internasional

Langkah awal akhiri kekerasan demi perdamaian dunia

05 Dec 2020 05:46 WIB

Menuju Allah dengan Cinta, Pesan Imam Al-Ghazali

Khazanah

Mahabbah, modal awal menjalin komunikasi pada Allah SWT

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...