Pendidikan Kespro Sejak Dini Penting Untuk Tanggulangi Stunting

23 Apr 2019 21:30 SapaDokter

Dalam rangka menyambut pertemuan ilmiah tahunan Perkumpulan Obsteri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Surabaya menghelat talkshow kesehatan goes to school dengan tema Generasi Milenial Sadar Kesehatan Reproduksi.

Acara yang digelar di Gedung Negara Grahadi ini ada 500 siswa dari SMA/SMK di Surabaya dan Sidoarjo yang menjadi peserta. Turut hadir juga, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak.

Ketua POGI Surabaya, Dr dr Brahmana Askandar, SpOG (K) mengatakan acara ini adalah bentuk pengabdian kepada masyarakat tentang pengetahuan reproduksi sedini mungkin.

"Kesehatan reproduksi penting diketahui sedini mungkin, agar remaja mengetahui perubahan-perubahan apa yang akan terjadi pada laki-laki maupun perempuan," katanya saat ditemui usai acara, di Gedung Negara Grahadi Surabaya. Selasa, 23 April 2019.

Brahmana menambahkan, pengetahuan reproduksi pada remaja perlu pembaharuan dalam hal edukasi agar kualitas hidup masyarakat Indonesia lebih baik.

"Remaja harus mengenali reproduksinya. Remaja putri harus tahu apa yang dipersiapkan untuk menikah dan apa yang harus dipersiapkan untuk kehamilan," katanya.

Ia berharap, acara ini dapat menjadi upaya preventif pencegahan stunting dan kematian ibu saat melahirkan.

Para remaja saat menyimak talkshow kesehatan Generasi Milenial Sadar Kesehatan Reproduksi Foto Pitangopibarengid
Para remaja saat menyimak talkshow kesehatan 'Generasi Milenial Sadar Kesehatan Reproduksi' (Foto: Pita/ngopibareng.id)

"Jika para remaja tahu serta mampu menyiapkan dengan baik kehamilan, maka nutrisi saat hamil dan angka-angka kejadian stunting bisa ditekan. Saya juga berharap acara ini bisa terus berlanjut. Dan bagi para dokter agar bisa turun ikut mensosialisasikan kesehatan reproduksi bagai siswa sekolah," katanya. 

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menjelaskan, kesehatan reproduksi wajib diketahui remaja putra maupun remaja putri. Emil menyadari bahwa perubahan reproduksi memang memiliki jalan yang panjang, namun harus diketahui sejak dini. 

"Intinya, menjadi dewasa bukan menuntut hak tapi malaksanakan kewajiban," kata Emil. 

Emil juga berharap para remaja tidak sungkan lagi dalam membicarakan soal reproduksi, karena ini merupakan bentuk edukasi untuk menjaga kesehatan reproduksi.

Emil juga menambahkan edukasi ini bertujuan untuk menekan angka kematian ibu melahirkan. 

"Kalau sudah tahu tentang pentingnya kesehatan reproduksi, hamil bisa disiapkan, baik secara fisik, mental dan nutrisi," kata Emil. (pts)

Penulis : Pita Sari
Editor : Witanto


Bagikan artikel ini