PM Pakistan Imran Khan, yang minta pelaku perkosaan dihukum kebiri. (Foto:Reuters)
PM Pakistan Imran Khan, yang minta pelaku perkosaan dihukum kebiri. (Foto:Reuters)

PM Pakistan Imran Khan Minta Pelaku Perkosaan Dikebiri Kimia

Ngopibareng.id Internasional 15 September 2020 16:55 WIB

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan mengatakan bahwa dia ingin terpidana pemerkosaan dieksekusi di hadapan umum atau dikebiri kimia.

Mantan bintang kriket itu berpendapat setelah pekan lalu terjadi pemerkosaan di jalan raya yang berujung dengan kerusuhan hari Senin kemarin di Pakistan.

Pekan lalu seorang ibu  yang mengemudi di jalan raya dekat Lahore ditarik keluar dari mobilnya dan diperkosa oleh dua pria yang menodongkan senjata. Salah satu pelaku berhasil diringkus oleh polisi pada Senin.

Khan menganggap pelaku pemerkosaan harus digantung di hadapan umum, namun menurutnya para pembantuanya memberitahunya jika tindakan semacam itu diberlakukan, maka akan dapat membahayakan status perdagangan prerefensial yang diberikan oleh Uni Eropa (EU) kepada Pakistan.

Status Generalized System of Preferences (GSP-plus) Uni Eropa, yang diberikan kepada Pakistan pada 2014, bergantung pada observasi konvensi internasional, seperti HAM.

Karena itu, Khan mengaku dirinya sedang mempertimbangkan opsi hukuman bagi pemerkosa adalah kebiri dengan kimia.

"Cara pembunuhan tingkat pertama, tingkat kedua, tingkat ketiga, ini seharusnya dinilai dengan cara yang sama, dan ketika jika ada pembunuhan tingkat pertama, kebiri mereka. Lakukan pada mereka dan buat mereka tidak dapat melakukan ini," kata Khan melalui wawancara dengan saluran berita Pakistan.

Pernyataan Khan muncul saat pejabat Pakistan mengumumkan bahwa satu dari dua tersangka utama berhasil dibekuk dan mengakui kejahatannya. Pejabat mengatakan mereka juga mempunyai kecocokan DNA yang positif. Sementara, pengejaran tersangka kedua masih berlangsung.

Polisi mengambil sampel DNA dari lokasi kejadian dan menggunakan data GPS dari jaringan telpon seluler untuk mengidentifikasi siapa pun yang berada di lokasi kejadian saat insiden berlangsung.

Insiden mengejutkan itu menyulut  protes nasional dan seruan pengunduran diri pejabat. Massa juga meminta agar pemerkosa digantung di hadapan umum.

Pada Februari anggota dewan mengajukan legislasi hukuman gantung di hadapan umum bagi terpidana pelecehan seksual dan pembunuhan anak, namun usulan tersebut tidak diloloskan. (ant/rtr)

Penulis : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

04 Mar 2021 03:39 WIB

Haedar Nashir: Pancasila Tak Sekadar Fundamen Politik

Khazanah

Renungan tentang gagasan Founding Fathers RI

04 Mar 2021 02:54 WIB

Setiap Zaman Ada Orangnya, Setiap Orang Ada Zamannya

Islam Sehari-hari

Ulasan KH Sujadi atas Tafsir Al-Quran Surat Al-Ashr

04 Mar 2021 02:11 WIB

Bersatu dalam Pembantaian Rohingya, Mengkudeta Suu Kyi

Tokoh

Jenderal Min Aung Hlaing, Sosok di Balik Kudeta Militer Myanmar

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...