Ngopinews
Ngopinews

PKB Dukung NasDem Koalisi KIK Tak Perlu Ditambah Anggota Baru

Ngopibareng.id Nasional 24 July 2019 04:23 WIB

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai NasDem berpandangan Koalisi Indonesia Kerja (KIK) cukup solid sehingga belum terpikir untuk menambah koalisi.

"Saya setuju dengan pemikiran NasDem koalisi KIK anggota sudah banyak, tidak perlu menanmpung anggota baru," kata Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) pada peringatan HUT ke 21 PKB di halaman Kantor DPP PKB, Jl Raden Saleh, Jakarta Pusat, Selasa 23 Juli 2019.

Menurut Cak Imin pasti ada waktu untuk bersama partai yang sebelumnya mendukung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, tapi tidak harus dalam koalisi. Sebab dibutuhksn waktu lama untuk membangun kebersamaan koalisi.

"Cukup bareng-bareng nanti kalau kebersamaan bisa ya nanti tetep bersama, tapi butuh waktu untuk sosialisasi bersama," kata Cak Imin.

Sebelumnya, Sekjen Partai NasDem Jhon G Plate menyatakan kalau KIK masih solid dan tidak tidak pernah berpikir mengajak partai lain untuk bergabung ke koalisi.

Hal itu sebagai salah satu langkah menjaga kesolidan koalisi.

"Tahun 2019 koalisinya solid, sehat, dan kuat. Untuk kesehatan koalisi, jangan dibuat menjadi koalisi tidak sehat, seprti duri dalam daging. Harus dijaga supaya tetap sehat," kata Johnny G Plate.

"Kami belum berpikir sekali pun untuk mengembangkan atau melebarkan koalisi. Yang ada justru menjaga soliditas," katanya.

Tentang rencana pertemuan antara Megawati dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Cak Imin menyambut baik sikap Megawati Soekarnoputri yang akan bertemu dengan Prabowo Subianto. Ia menilai pertemuan tersebut bagus untuk kebersamaan.

"Bagus... bagus... supaya terjadi kebersamaan yang kuat untuk masyarakat," ujarnya.

Tapu Cak Imin mengatakan tidak mengetahui rencana pertemuan Mega dan Prabowo. Ia baru mengetahui itu lewat media. 

"Saya belum tahu. Belum ada kabar. Saya juga baru dengar tadi dari media," ucapnya. 

Pertemuan Megawati dan Prabowo itu sebelumnya dibenarkan oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Hasto menegaskan pertemuan di antara keduanya dalam kerangka persahabatan dan persatuan bangsa. 

"Pertemuan tersebut jangan dimaknakan terlalu jauh dengan pembentukan koalisi. Sebab, terkait koalisi pascapilpres, fatsunnya harus dibahas bersama antara Presiden dan seluruh ketum koalisi. Adapun tentang kapan dan di mana pertemuan itu akan kami informasikan lebih lanjut," katanya.

Peringatan ke 21 hari lahir PKB dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Dewan Syuro PKS, Ketum PAN Zulkifli Hasan, serta Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Aqil menyebut NU dan PKB satu nafas. Sehingga tidak bisa dipisahkan.

Peringatan Harlah PKB dimeriahkan oleh Didi Kempot. Didi Kempot dan Muhaimin Iskandar sempat bernyanyi bersama untuk menghibur kader PKB. Fans Club Didi Kempot juga hadir membuat halaman kantor DPP PKB penuh sesak sampai meluber di Raden Saleh.

Mereka berjoget gembira ketika Didi Kempot menyanyikan lagu lagu yang telah mereka hafal, bahkan ada yang ikut bernyanyi rame-rame ketika Didi menyakan lagu 'Suket Teki'. Syair lagu berima dangdut ini menceritakan tentang kesetian yang dibalas dengan kepalsuan..."Nandur pari neng tukule suket teki," kata Didi Kempot dalam sair lsgunya (asm)

Penulis : Asmanu Sudharso

Editor : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

25 Jan 2021 06:44 WIB

Menolak Piagam Islam, Ini Sikap Tiga Kelompok Muslim Prancis

Internasional

Dianggap berisiko "melemahkan ikatan kepercayaan"

25 Jan 2021 06:13 WIB

Tolak Jam Malam, Kerusuhan di Belanda Berujung Penjarahan

Internasional

Aksi massa di alun-alun, pusat kota Amsterdam

25 Jan 2021 06:04 WIB

Rahmat Allah Ta'ala Sangatlah Luas, Ini Penjelasan Nabi Muhammad

Khazanah

Dengan rahmat-Nya, mereka saling mengasihi dan menyayangi

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...