Pimpin Apel Hari Pramuka, Ini Pesan Bupati Pasuruan

16 Aug 2019 11:30 Ngopibareng Pasuruan

Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf memimpin apel peringatan hari Pramuka ke 58 di halaman Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, kemarin sore.

Ribuan anggota pramuka mulai siaga, penggalang dan pandega se-Kabupaten Pasuruan tumpah ruah mengikuti apel besar yang dihadiri Wakil Bupati KH Mujib Imron.

Selain apel, acara bertemakan "Bersama Segenap Komponen Bangsa, Siap Sedia Membangun Keutuhan NKRI" itu juga diisi dengan Penyematan Tanda Penghargaan Pancawarsa kepada 5 orang, yakni Sundari yang dianugerahkan Pancawarsa III, Siti Fatimah dianugerahkan Pancawarsa II, dan Muhammad Jam’an serta Afandi yang dianugerahkan Pancawarsa I. Kemudian satu lagi Kak Surotin Ilmi diaunugerahkan Pancawarsa.

Selain itu juga diserahkan Piala Lomba Gugus Depan Unggul tahun 2019 dari Gugus SD, yakni SD Negeri Beji I sebagai Juara I, kemudian SD Negeri Nguling 1 sebagai Juara II, serta SD Negeri Jogosari 1 sebagai Juara III.

Dalam pidatonya, Bupati Irsyad Yusuf mengatakan merebaknya KKN (Korupsi, Kolusi, Nepostisme), terpaparnya radikalisme dan terorisme serta maraknya penyalahgunaan narkoba dapat mengganggu integritas kemajuan dan produktivitas bangsa, jika tidak mengambil langkah kolektif, antisipatif dan komprehensif.

"Selain itu, gerakan Pramuka harus memproteksi produk pertanian, sehingga diharapkan bisa meningkatkan daya saing produk pertanian serta memaksimalkan konsumsi produk pertanian dalam negeri atau produk lokal," katanya.

Lanjut Irsyad, gerakan Pramuka juga harus mengantisipasi terhadap bencana alam untuk saling koordinasi dengan seluruh instansi yg memiliki kewenangan terutama untuk penanganan bencana alam.

"Kemudian soal lingkungan, gerakan Pramuka juga harus memiliki sensitivitas terhadap sampah. Artinya tercipta perhatian terhadap lingkungan. Dapat dilakukan gerakan recycling, reduce, reuse, recycle sampah plastik, minimal jadi kompos. Karena itu saya mengimbau juga untuk mengurangi penggunaan kantong plastik," katanya. 

Terakhir, yang menjadi pesan Irsyad kepada gerakan Pramuka adalah diharapkan jadi tulang punggung dalam membangun karakter generasi penerus yang efektif. 

"Sore hari ini diluncurkan permohonan ke Presiden mengenai Gerakan Pramuka pra siaga di Jakarta. Sehingga, anak usia 7 tahun diharapkan bisa masuk dalam peluncuran gerakan tersebut. Artinya Gerakan Pramuka dimulai dari PAUD, sehingga disebut sebagai Gerakan Pra Siaga," katanya.

Mekanisme yang akan dilakukan dalam Gerakan Pra Siaga, lanjut Irsyad, bagaimana mereka dikenalkan salam pramuka, dikenalkan lagu satya darma pramuka, pramuka sebagai wadah tunggal Gerakan Pramuka. Pengenalan NKRI diperlukan karena satu hal substansif yaitu komitmen jaga NKRI. Pola ini dimulai dari pendidikan usia dini.   

Tak hanya itu saja, Bupati Irsyad juga menyampaikan keprihatinan tentang belum terstandarnya seragam pramuka. Baik warna, desain, atribut dan tata cara penggunaannya. Sehingga menunjukkan kurangnya perhatian tentang kesadaran akan arti pentingnya persatuan dan kesatuan gerakan pramuka yang siap sedia membangun keutuhan NKRI.

"Untuk itu, peninjauan dan pembaruan seragam pramuka menjadi prioritas kwartir nasional dalam upaya menjadikan seragam mempunyai cirri kesamaan. Mulai dari Pembina sampai anggota pramuka siaga. Serta mulai dari kwartir nasional hingga gugus depan," katanya. (sumber: www.pasuruankab.go.id)

Penulis : Witanto


Bagikan artikel ini