Ketua DPC PDI-Perjuangan Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto saat ditemui di Pendopo Kabupaten Malang. (Foto: Istimewa)

Pilbup 2020, DPC PDIP Malang Buka Koalisi dengan PKB

Pilkada 01 January 2020 14:17 WIB

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kabupaten Malang, belum menentukan sikap apakah mengusung calon sendiri atau memilih untuk berkoalisi.

Ketua DPC PDIP Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto, memang mengatakan partainya sendiri masih wait and see jelang Pemilihan Bupati 2020 nanti.

Didik mengatakan dalam politik semua bisa saja terjadi. Tak terkecuali untuk mengusung inkumben Bupati Malang, Sanusi menjadi bakal calon Bupati 2020.

"Namun bisa juga kami berdiri sendiri (memajukan cabup dari internal PDI-P sendiri). Semua bisa terjadi. Politik itu dinamis dan bisa berubah setiap saat," ujarnya, Selasa 31 Desember 2019.

Dari internal DPC PDIP sendiri sudah membulatkan suaranya untuk mengusung Sri Untari untuk maju dalam Pilbup Kabupaten Malang 2020.

Untuk lebih jelasnya, penentuan sikap dari PDI-P sendiri, Didik mengatakan keputusan akan diambil pada 12 Januari 2020.

"Pokoknya, saya dengar itu Dewan Pimpinan Pusat (DPP) (PDIP) bakal mengumumkannya pada 12 Januari sesuai ulang tahun partai dan kami menghormati itu dan nurut dengan keputusan itu," ujarnya.

Seperti diberitakan oleh ngopibareng.id sebelumnya, Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur, Sri Untari, mengaku siap maju dalam Pemilihan Bupati Malang pada 2020 nanti. Namun ia masih menunggu rekomendasi dari DPP PDIP yang akan diputuskan pada Januari 2020 mendatang.

"Nanti, Januari tahun depan akan diumumkan. Partai akan memberikan keputusan kepada siapa. Sekarang lagi persiapan survei. Seminggu lagi kemungkinan dilakukan survei," ungkapnya pada Jumat 6 Desember 2019, usai sidang desertasinya yang membahas koperasi perempuan di Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya (UB).

Lebih lanjut Untari mengatakan, ada beberapa mekanisme yang diterapkan oleh partai berlambang banteng tersebut untuk mengeluarkan rekomendasi calon kepala daerah pada Pilkada 2020 nanti.

"Mekanismenya ada penjaringan calon, lalu untuk menentukan siapa yang direkom dilihat dulu visi-misinya yang kuat di daerah itu. Kemudian ada survei sebagai ukuran untuk memastikan jumlah suara calon di daerah tersebut," ujarnya.

Namun kata Untari, konsolidasi partai di lingkup internal merupakan yang paling utama, sebab merupakan jantung dari partai.

Penulis : Lalu Theo Ariawan Hidayat Kabul

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

25 Sep 2020 07:37 WIB

Calon Tunggal Berpotensi Munculkan Praktik Mahar Politik

Nasional

Melalui mahar politik, mereka mampu "memborong" dukungan

25 Sep 2020 07:09 WIB

Asah 'Sense of Crisis', Alissa: KPU Koordinasi Ahli Epidemiologi

Nasional

Sayangkan keputusan Pemerintah dan DPRD soal Pilkada Serentak

25 Sep 2020 06:45 WIB

Tampil Lagi di PBB, Gus Yahya Angkat Abrahamic Faiths Initiative

Khazanah

Penjelasan Forum Inisiatif Agama-Agama Ibrahim

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...