Meski di tengah wabah covid-19, PGN tetap lanjutkan pembangunan jargas rumah tangga. (Foto: Dok PGN)
Meski di tengah wabah covid-19, PGN tetap lanjutkan pembangunan jargas rumah tangga. (Foto: Dok PGN)

PGN Kejar Target Pembangunan Jargas ESDM di Masa Covid-19

Ngopibareng.id Ekonomi dan Bisnis 07 May 2020 19:10 WIB

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) tetap melanjutkan pengembangan infrastruktur pemanfaatan gas bumi di tengah keadaan darurat Cvid-19, dimana keadaan tersebut berpengaruh pada beberapa proyek strategis nasional pemerintah yang sedang dijalankan PGN seperti Jargas melalui penugasan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama mengungkapkan, pembangunan Jargas rumah tangga pemerintah tetap berjalan dengan standar ketat untuk dan mencapai jadwal yang ditargetkan. Progress pembangunan jargas pemerintah dengan dana APBN sampai April 2020 mencapai 19.099 pelanggan.

Sampai bulan April, progres jargas sudah dibangun di 9 Kota/ Kabupaten yaitu Aceh Utara, Dumai, Kabupaten Banggai, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Proboliinggo, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Karawang, Kota Bekasi, dan Kota Mojokerto.

"Progress pembangunan jargas APBN bulan April dalam situasi darurat COVID-19 telah mencapai sekitar 39 persen. Tahun 2020 Kementerian ESDM menugaskan PGN menyelesaikan pembangunan 266 ribu jargas rumah tangga," ujar Rachmat, Rabu, 6 Mei 2020.

Mengingat proyek ini di dilaksanakan ditengah pandemik darurat Covid-19, pelaksanaan pembangunan jargas baik ditempat umum maupun di rumah pelanggan mengikuti standard protokol kesehatan penanganan Covid-19 yang sudah ditetapkan.

"Perkembangan proyek pembangunan Jargas yang dikerjakan PGN saat ini masih berjalan sesuai target. Meskipun terdapat beberapa kendala sebagai dampak COVID-19 antara lain tersendatnya mobilisasi pekerja proyek, material proyek, kesulitan dalam perolehan spareparts peralatan gas karena berasal dari negara terdampak Covid-19, serta terdapat kenaikan kurs US Dollar yang cukup signifikan," kata Rachmat

PGN terus mengejar target pembangunan jargas rumah tangga Foto Dok HumasPGN terus mengejar target pembangunan jargas rumah tangga. (Foto: Dok Humas)

Namun demikian, mempertimbangkan urgensi proyek-proyek tersebut, PGN tetap berkomitmen melaksanakan proyek-proyek tersebut sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan agar pengembangan infrastruktur gas bumi dan langkah pemenuhan kebutuhan gas bumi masyarakat tidak mengalami keterlambatan.

Rachmat menambahkan, PGN melakukan koordinasi dengan BNPB, Ditjen Migas dan Pertamina Group untuk mendapatkan rekomendasi dan dukungan operasional selama masa tanggap darurat Covid-19 untuk distribusi material proyek. Selain itu, juga melakukan koordinasi dengan internal PGN maupun Pertamina Group terkait dengan penggunaan material stock pada proyek APBN.

"Program Jargas pemerintah menjadi concern PGN, karena program ini merupakan penugasan pemerintah sebagai salah satu proyek strategis nasional dalam rangka bauran energi nasional. Melalui Jargas, masyarakat dapat menikmati manfaat gas bumi secara langsung, sehingga masyarakat mendapatkan nilai lebih untuk produktivitas sehari-hari. Kami tetap mengupayakan proyek strategis tetap mencapai target pada akhir 2020," kata Rachmat.

Selain itu untuk mengurangi resiko penyebaran Covid-19, PGN mengeluarkan kebijakan pencatatan pamakaian gas selama status darurat pandemi COVID-19 untuk Pelanggan Rumah Tangga dan Pelanggan Kecil, serta pembayaran tagihan gas melalui berbagai channel pembayaran online seperti Gopay, Tokopedia, LinkAja, dan Klik Indomaret sehingga pelanggan tidak perlu keluar rumah.

PGN saat ini telah mengelola lebih dari 390 ribu sambungan rumah tangga Jargas yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia dengan panjang pipa lebih dari 3.800 KM.

Dalam mencapai Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) yaitu sebesar 4,7 juta SR sampai dengan tahun 2025, PGN dan Kementerian ESDM telah menyusun beberapa program Jargas, tidak hanya didanai melalui APBN akan tetapi juga dana internal PGN dan KPBU.

Adapun tahun 2020 akan dilakukan pengembangan jaringan dengan APBN sebanyak sekitar 266 Ribu Sambungan di 49 kabupaten/ kota dan jargas mandiri dana PGN sebanyak 500 ribu Sambungan pada tahun 2020-2021.

Penulis : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

21 Jan 2021 17:38 WIB

Status Gunung Raung Naik, Jalur Pendakian Ditutup

Warta Bumi

Status Gunung Raung naik dari normal menjadi waspada.

21 Jan 2021 17:30 WIB

Pilot Gadungan Itu Pernah Sekolah SMK Penerbangan

Kriminalitas

Pilot gadungan mengaku pernah sekolah SMK Penerbangan.

21 Jan 2021 17:15 WIB

PPKM Diperpanjang, Pemkot Malang Pertanyakan Sistem Ukurnya

Jawa Timur

Pemkot Malang masih belum tahu indikator perpanjangan PPKM.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...