Warga Kediri yang terjaring dalam operasi yustisi karena tak memakai masker. Mereka yang berusia muda dihukum dengan push up. (Foto: Fendhy Plesmana/Ngopibareng.id)

Operasi Yustisi di Kediri, Para Pelanggar Diberi Sanksi Push up

Jawa Timur 14 September 2020 15:15 WIB

Petugas gabungan Polres Kediri Kota, Satpol PP dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) menggelar operasi yustisi protokol kesehatan serentak di tiga titik. Operasi ini menyasar warga yang tak memakai masker.

Misalnya saja, operasi yang dijalankan Jalan Yos Sudarso, setiap pengguna jalan yang melintas kedapatan tidak memakai masker langsung dihentikan. Mereka kemudian disuruh untuk push up 20 kali. Hukuman push up ini hanya warga yang masih berusia muda.

Sementara untuk pelanggar kategori usia tua, hanya disuruh untuk membuat surat pernyataan agar tidak mengulanginya kembali.

Kapolres Kediri Kota AKBP Miko Indrayana menjelaskan, kegiatan ini mempunyai maksud untuk memberikan edukasi sekaligus memberikan efek jera kepada masyarakat yang bandel tak laksanakan protokol kesehatan. Utamanya soal pemakaian masker.

Warga Kediri yang kedapatan melanggar karena tak pakai masker saat operasi yustisi Mereka diminta membuat surat pernyataan yang isinya berjanji tak akan melanggar kembali Senin 14 September 2020 Foto Fendhy PlesmanaNgopibarengidWarga Kediri yang kedapatan melanggar karena tak pakai masker saat operasi yustisi. Mereka diminta membuat surat pernyataan yang isinya berjanji tak akan melanggar kembali, Senin 14 September 2020. (Foto: Fendhy Plesmana/Ngopibareng.id)

"Kita lihat bersama tadi beberapa dari warga, dari operasi ini kita berikan penjelasan," Kata AKBP Miko Indrayana.

Setelah ini, kata Indrayana apabila nantinya mereka diketahui masih melanggar maka aparat tidak akan segan untuk memberikan sanksi, seusai ketentuan yang diatur dalam peraturan daerah.

"Untuk sanksinya sesuai dengan Perda yang ada. Kita akan melaksanakan sidang cepat. Tadi sudah dikoordinasikan dengan pihak kejaksaan dan pengadilan. Ke depan kita akan melaksanakan kegiatan sidang di lokasi pelaksanaan operasi ini," jelas Miko.

Dia juga menjelaskan, operasi yustisi ini secara rutin dilaksanakan. Setelah itu akan dievaluasi untuk mengetahui seberapa besar tingkat kepatuhan warga terkait penggunaan alat protokol kesehatan berupa masker.

Dari sekian banyak warga yang terjaring operasi yustisi, pada umumnya mereka mengemukakan alasanya tidak memakai masker lantaran hanya memiliki masker dalam jumlah terbatas, serta lupa tidak membawa tertinggal dirumah.

"Alasan ini yang selama ini sering terjadi. Padahal pelaksanaan kegiatan yustisi ini sidah didahului dengan sosialisasi. Kemarin sudah hampir satu bulan kita laksanakan kegiatan sosialisasi," pungkasnya.

Operasi yustisi, selain menyasar jalan protokol, petugas gabungan juga melaksanakan kegiatan serupa di Pasar Selowaris dan Stasiun Kota Kediri.

Penulis : Fendhy Plesmana

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

21 Sep 2020 21:28 WIB

Covid-19, Pabrik Rokok di Probolinggo Lockdown atau Swab Massal

Jawa Timur

Opsi lockdown atau swab massal untuk pabrik rokok di Probolinggo.

21 Sep 2020 20:58 WIB

Jemput Paksa Pasien Covid, Meninggal, Satu Dusun Di-Lockdown

Jawa Timur

Satu dusun dilockdown setelah sebelumnya warga jemput paksa pasien covid.

21 Sep 2020 19:40 WIB

Sekda Banyuwangi Sembuh dari Covid-19

Jawa Timur

Sekda Banyuwangi sembuh dari Covid-19 dan kembali beraktivitas.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...