Petugas ATC Palu yang Meninggal Saat Gempa Naik Pangkat

30 Sep 2018 10:42 Human Interest

Antonius Gunawan Agung adalah personel yang bertugas di Tower Air Traffic Controller (ATC) AirNav Indonesia Cabang Palu, Bandara Mutiara Sis Al Jufrie.

Sebelum gempa terjadi, dia sedang melayani pesawat Batik Air ID 6231 yang akan terbang dari Palu menuju makassar.

Agung berkomunikasi dengan pilot Icoze hingga memberikan clearance (izin) terbang kepada Batik Air sesaat sebelum gempa.

Anthonius hanya seorang diri di tower. Pasalnya, petugas yang tidak sedang melayani penerbangan turun saat gempa terjadi. Sementara Anthonius belum dapat turun karena pesawat belum lepas landas.

"Beliau menunggu pesawat Batik Air hingga lepas landas. Begitu pesawat terbang, guncangan gempa makin kuat. Beliau akhirnya memutuskan untuk melompat dari cabin tower atau lantai 4. Akibatnya, beliau mengalami patah kaki, lengan, dan kemungkinan luka dalam," ujar Direktur AirNav Indonesia Novie Riyanto.

Jenazah Anthonius Gunawan Agung diterbangkan ke Makassar untuk dimakamkan Foto TwitterAirNavOfficial
Jenazah Anthonius Gunawan Agung diterbangkan ke Makassar untuk dimakamkan. Foto: Twitter/AirNav_Official.

Korban lantas dievakuasi ke rumah sakit. setelah keluar hasil rontgen, dokter merujuk korban ke rumah sakit lebih besar di Balikpapan karena indikasi ada luka dalam.

AirNav berupaya mendatangkan helikopter. Namun karena kondisi gempa yang mengganggu penerbangan, Anthonius menghembuskan nafas terakhirnya sebelum helikopter berhasil diterbangkan.

"Keluarga beliau banyak di Makassar, jadi jenazah diterbangkan ke Makassar untuk proses pemakaman (Sabtu kemarin). Beliau sendiri kelahiran Abepura, Papua, 24 Oktober 1996," tutur Novie.

Upacara penghormatan untuk jenazah Anthonius Gunawan Agung Foto TwitterAirNavOfficial
Upacara penghormatan untuk jenazah Anthonius Gunawan Agung. Foto: Twitter/AirNav_Official.

Perjuangan Anthonius mempertaruhkan nyawa demi penerbangan pesawat pun diganjar penghargaan oleh Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan (Perum LPPNPI) atau Air Nav Indonesia.

"Kami memberikan penghargaan kepada beliau dengan menaikkan pangkat sebanyak dua tingkat, serta bentuk apresiasi kepada keluarga yang ditinggalkan," jelas Novie.

Disampaikan Novie, pihaknya mengadakan upacara penyerahan jenazah kepada keluarga korban di Makassar.

"Kedua orangtua almarhum memang berdomisili di Papua. Tapi keluarganya banyak tinggal di Makassar. Sehingga dari komunikasi kami dengan keluarga beliau diputuskan pemakaman di Makassar," beber Novie. (yas)

Penulis : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini