Warga menunjukkan situs arkeologi berbentuk arca temuan Surani di desa Ngrejo, Tanggunggunung, Tulungagung, awal Maret 2018. (Foto: Antara)
Warga menunjukkan situs arkeologi berbentuk arca temuan Surani di desa Ngrejo, Tanggunggunung, Tulungagung, awal Maret 2018. (Foto: Antara)

Petani Tulungagung Temukan Arca Dewa

Ngopibareng.id Jawa Timur 05 March 2018 06:45 WIB

Seorang petani di Desa Ngrejo, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur tak sengaja menemukan benda bersejarah berbentuk arca dewa saat membersihkan ladang jagung miliknya di kawasan bekas hutan lindung yang sudah gundul.

Sebagaimana keterangan resmi Kasi Pelestarian Cagar Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung Winarto, Minggu, arca berukuran 50 x 80 centimeter itu ditemukan Surani dalam kondisi terpendam dalam ranah.

"Pak Surani dan beberapa petani sedang duduk-duduk saat tak sengaja melihat ada struktur batu menyerupai kepala manusia tersembul di atas tanah," kata Winarto menceritakan kronologi penemuan situs, akhir pekan lalu.

Tak menunggu lama, Surani dibantu beberapa petani lain kemudian melakukan penggalian dan mendapati struktur batu berbentuk patung arca dewa.


Kabar temuan situs arkeologi itu dengan cepat beredar luas sehingga warga lain, termasuk penggiat Pokdarwis (kelompok sadar wisata) Ngrejo datang dan melakukan penyisiran area temuan benda purbakala itu.


Ada beberapa struktur batuan lain kemudian ditemukan tak jauh dari titik lokasi temuan arca, di antaranya berbentuk `umpak` (fondasi tiang bangunan), sumuran atau petirtan kecil serta sejumlah gerabah kuno.

"Sabtu 2 Maret kemarin kami dari Dinas Budpar bersama bagian Litbang Bappeda Tulungagung melakukan verifikasi lapangan guna mendata awal temuan tersebut," ujar Winarto.

Namun ia belum memastikan jenis maupun usia arca yang kini disimpan di rumah Surani di Desa Ngrejo, Kecamatan Tanggunggunung tersebut.

Pihak Pemkab Tulungagung masih akan berkoordinasi Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan guna meneliti lebih lanjut arca dewa itu, sekaligus melakukan eskavasi di sekitar lokasi temuan.

"Semula kami menduga ini jenis arca agastya (dewa agastya) karena strukturnya mirip. Tapi setelah kami diskusikan dengan teman-teman arkeologi, dugaan awal mengerucut ke arca Nandiswara," kata staf BPCB Trowulan yang bertugas sebagai pengelola Museum Wajakensis Tulungagung, Hariyadi.

Namun ia menegaskan kesimpulan tersebut masih bersifat dugaan awal. Kepastian mengenai jenis arca dan apakah ada situs lain di sekitar lokasi akan diteliti lebih lanjut oleh tim ahli arkeologi dari BPCB Trowulan, seperti sudah dikoordinasikan oleh pihak Pemkab Tulungagung melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata setempat.

"Sementara menunggu tim BPCB Trowulan ini kami, melalui dinas pariwisata dan pemerintah desa telah meminta Pokdarwis dan warga Desa Ngrejo untuk membantu pengamanan lokasi dari kemungkinan terjadi perusakan ataupun penjarahan benda purbakala yang masih tertinggal," kata Hariyadi. (ant)

Penulis : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

03 Oct 2020 17:49 WIB

Danau Sentarum Surut, Tinggalan Megalitik Menhir Muncul

Timur Indonesia

Menhir-menhir ini dikenal sebagai "Ainining Duka" atau batu beranak.

03 Oct 2020 16:00 WIB

Situs Purbakala Kerajaan Singosari Ditemukan di Karangploso

Seni dan Budaya

Diperkirakan merupakan bangunan pemukiman warga zaman Kerajaan Singosari.

17 Jul 2020 08:23 WIB

Kalah dari Osasuna, Satien Tidak Percaya, Messi: Kami Lemah

Liga Spanyol

Barcelona menelan kekalahan di kandang sendiri 1-2 dari Osasuna.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...