Pesan Sakral Jokowi Jelang Debat Pilpres

17 Jan 2019 19:20 Jarot Doso

Calon presiden petahana Jokowi memposting pesan sakral di hampir semua akun media sosialnya siang hari ini, Kamis, 7 Januari 2019, hanya beberapa jam sebelum debat Pilpres putaran pertama.

Dalam postingan itu, Jokowi melengkapinya dengan foto pribadi mengenakan baju adat Jawa lengkap dengan blangkon dan baju beskapnya.

"Selamat siang. Segala sifat keras hati, picik, dan angkara murka hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut, dan sabar," tulis akun medsos resmi Jokowi.

Sejauh pengamatan, Jokowi memposting pesan tersebut di hampir semua akun media sosialnya, kecuali Youtube yang memang khusus untuk memposting materi video. Terpantau, tulisan Jokowi itu diposting di akun resmi Facebook, Twitter, maupun Instagram Jokowi.

Di Twitter tercatat tulisan diposting di akun @jokowi sekitar pukul 10.40. Hingga berita ini ditulis, twit Jokowi yang berisi tulisan itu telah diretwit hampir tujuh ribu orang dan disukai 17 ribu netizen.

"Terima kasih sudah mengingatkan Pakde… Maaf terbawa emosi juga akhir-akhir ini," komentar Sutan Raja Basa, pemilik akun Twitter @felagonna.

Sebelumnya, seorang pengguna Twitter lain bernama Nadya’Z, dengan akun @NadNaZack lebih dulu menyahut.

"Sarujuk (setuju), Pak. Suro diro jayaningrat lebur dening pangastuti," cuitnya sembari menambahkan "hashtag" #JokowiLebihBaik dan #JokowiDicintaiRakyat.

Sementara di Instagram, pesan Jokowi tersebut diunggah sekitar pukul 11.00 WIB. Hingga tulisan ini dibuat, postingan Jokowi di akun Instagramnya @jokowi sudah disukai nyaris 600 ribu netizen dan dikomentari lebih dari 20 ribu orang.

Di akun resmi Facebook Jokowi yang bernama Presiden Joko Widodo, pesan tersebut juga diposting sekitar pukul 11.00 WIB. Di akun yang disukai lebih dari 8,8 juta netizen ini, pesan Jokowi hingga tulisan ini dibuat telah disukai 95 ribu orang. Di luar itu juga dikomentari oleh 11 ribu netizen dan dibagikan lebih dari delapan ribu warganet.

Filosofi Jawa

Bagi masyarakat Jawa, pesan Jokowi di akun medsosnya tadi memiliki makna filosofis sangat mendalam. Pesan tadi diketahui sebagai terjemahan bebas dari ungkapan luhur "Suro Diro Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti".

Ungkapan tersebut merupakan bait syair dalam tembang Kinanthi yang tertulis dalam kitab "Serat Witaradya". Kitab ini merupakan karya pujangga besar Ronggowarsito (1802-1873) dari Keraton Kasunanan Surakarta.

Inti dari pesan Jokowi, sebagaimana tercakup dalam ungkapan "Suro Diro Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti", tadi adalah segala kejahatan atau keburukan akan kalah atau sirna oleh kebaikan dan kesabaran.

Filosofi Jawa ini jika disandingkan dengan ajaran Islam substansinya tersirat dalam Al Quran surat Fushilat ayat 34-35 yang artinya: "Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antara dirimu dan dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan kecuali kepada mereka yang sabar dan tidak dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang beruntung".

Tak aneh jika ajaran Ronggowarsito sejalan dengan pesan Islam. Sebab pujangga ternama yang dikenal lewat tulisannya tentang "Zaman Edan" ini sejak umur 12 tahun pernah menjadi santri Pesantren Gebang Tinatar, Tegalsari, Ponorogo, Jawa Timur. Tak jauh dari Pondok Pesantren Gontor sekarang.

Menjadi santri yang cemerlang, Ronggowarsito yang bernama kecil Bagus Burhan, kala itu sangat disayang oleh kiai pesantrennya, yaitu Kiai Hasan Besari.

Menurut B Wiwoho, dalam buku "Pengembaraan Batin Orang Jawa di Lorong Kehidupan" (Bina Rena Pariwara, 2009), para pengagumnya percaya bahwa Ronggowarsito memperoleh anugerah dari Tuhan berupa kemampuan menyingkap tirai atau hijab yang menjadi batas antara hamba dan Sang Pencipta. Akibat kemampuannya ini, Ronggowarsito diyakini mampu memprediksi masa depan melalui karya-karya tulisnya.

Tampaknya Ronggowarsito juga punya tempat khusus di hati Presiden Jokowi. Terbukti tidak sekali ini Jokowi mengunggah ungkapan pujangga kerajaan Islam Jawa, Keraton Surakarta Hadiningrat tersebut.

Pada 25 Januari 2015, Jokowi yang saat itu sudah menjadi Presiden RI, juga mengunggah ajaran Ronggowarsito tadi dalam akun Facebooknya. Bedanya, Jokowi saat itu mengunggahnya dalam kalimat asli tulisan Ronggowarsito yang berbahasa jawa: "Suro Diro Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti".

 

*) Oleh Jaro Doso yang dikutip sepenuhnya melalui web http://jokowidodo.app

Penulis : Witanto


Bagikan artikel ini