Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Istana Batu Tulis pada Minggu 8 Juli 2019. (Foto; Istimewa)
Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Istana Batu Tulis pada Minggu 8 Juli 2019. (Foto; Istimewa)

Pertemuan Batu Tulis, Tepis Isu Hubungan Mega dan Jokowi Mulai Kalis

Ngopibareng.id Politik 09 July 2018 09:26 WIB

Kekalahan PDIP dalam pemilihan kepala daerah di beberapa wilayah strategis, seperti pemilihan gubernur di Provinsi Jawa Timur, Provinsi Jawa Barat dan provinsi lainnya, dianggap beberapa pihak sebagai indikasi ada “jarak” antara Presiden Joko Widodo dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Padahal wilayah-wilayah strategis itu dianggap sebagai wilayah dengan potensi dulang suara untuk pemilihan presiden pada 2019 nanti.

Namun anggapan ini ditepis oleh Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto. Kata Hasto, kedua tokoh ini sebenarnya cukup intensif dalam menjalin komunikasi. Salah satunya dibuktikan dengan pertemuan kedua tokoh ini di Istana Batu Tulis pada Minggu malam kemarin, 8 Juli 2019. Dalam pertemuan ini kedua tokoh ini bersama membahas strategis bangsa.

“Pertemuan malam kemarin berlangsung selama 1 jam 50 menit. Beberapa hal strategis dibahas terkait hasil kunjungan Presiden Bank Dunia, Persiapan Asian Games, berbagai agenda strategis bangsa dan negara, termasuk pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden”, kata Hasto Kristiyanto.

“Kedua pemimpin bangsa tersebut, dengan demikian, saling melengkapi, bersinergi, dan disatukan oleh emotional bonding (ikatan emosional) dengan Bung Karno, Proklamator dan Bapak Bangsa Indonesia,” tegas Hasto

Kata Hasto, pertemuan di Istana Batu Tulis tersebut sekaligus menepis anggapan dari berbagai pengamat politik yang mencoba membuat jarak bahkan memisahkan antara Presiden Jokowi dengan Ibu Megawati dan PDI Perjuangan.

“Kepemimpinan Ibu Mega dan Pak Jokowi itu saling melengkapi dan satu kesatuan. Ibu Mega sangat kokoh dalam prinsip, dan berpolitik dengan keyakinan untuk rakyat,” kata Hasto.

Sementara, Jokowi dianggap mempunyai kemampuan teknokratis. Model kepemimpinan juga dianggap membangun dialog, merangkul dan terus membumikan Pancasila dalam tradisi kepemimpinan yang merakyat.

“Kedua pemimpin bangsa tersebut, dengan demikian, saling melengkapi, bersinergi, dan disatukan oleh emotional bonding (ikatan emosional) dengan Bung Karno, Proklamator dan Bapak Bangsa Indonesia,” tegas Hasto.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri juga mengeluarkan pernyataan soal siapa yang akan mendampingi Jokowi dalam pemilu 2019. 

“Nama sudah mengerucut dan sudah dikantongi Pak Jokowi. Pengumuman dilakukan pada momentum tepat, dan dalam cuaca yang cerah, secerah ketika matahari terbit dari timur. Jadi tunggu saja dan sabar”, ujar Megawati Soekarnoputri. (amr)

Penulis : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

04 Mar 2021 21:41 WIB

Presiden Ajak Masyarakat Cinta Produk Dalam Negeri

Nasional

Presiden mengajak masyarakat Indonesia lebih mencintai produk dalam negeri.

03 Mar 2021 18:45 WIB

Presiden: Hadapi Bencana Tidak Perlu Banyak Aturan

Nasional

Presiden mengatakan kunci menghadapi bencana ada aspek mitigasi.

02 Mar 2021 13:30 WIB

Presiden Jokowi Cabut Perpres Investasi Miras

Nasional

Presiden menerima masukan dari ormas Islam dan tokoh agama lain.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...