Sesi foto terakhir tim Persebaya pada Jumat 23 Oktober 2020 kemarin. (Foto: Persebaya.id)
Sesi foto terakhir tim Persebaya pada Jumat 23 Oktober 2020 kemarin. (Foto: Persebaya.id)

Gelaran Liga 1 Tak Jelas, Persebaya Tagih Komitmen PSSI

Ngopibareng.id Liga Indonesia 24 October 2020 16:30 WIB

Skuad Persebaya akhirnya resmi mengakhiri aktivitas tim. Keputusan ini diambil seiring dengan berakhirnya sesi latihan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, pada Jumat 23 Oktober 2020 sore.

Keputusan ini diambil manajemen Bajo Ijo, karena belum adanya kejelasan lanjutan kompetisi dari PSSI dan PT LIB. Persebaya hingga hari ini-pun juga belum mendapatkan update apapun terkait situasi terkini. Baik dari PSSI maupun PT Liga Indonesia Baru (LIB). Selaku operator kompetisi. 

Padahal, Persebaya sejak sepekan lalu, sudah mengirim surat resmi ke PSSI. Isinya, permintaan agar segera ada kepastian kelanjutan kompetisi. Apakah kompetisi dilanjutkan atau tidak. Nyatanya, surat resmi itu tidak dibalas hingga Kamis 22 Oktober 2020. Satu hari sebelum skuad Aji Santoso mengambil keputusan berhenti latihan sementara.

“Ini yang kami sayangkan. Padahal, kami butuh gambaran akan situasi sekarang ini. Sebagai bahan untuk mengambil keputusan. Nyatanya, sampai saat ini, surat itu tidak berbalas,” kata Manajer Persebaya Surabaya, Candra Wahyudi seperti dikutip dari laman resmi Persebaya.

Ia mengaku penghentian ini adalah imbas dari tak adanya respon dari PSSI dan PT LIB. Padahal, lebih dari sepuluh hari, pasca club meeting di Yogjakarta pada awal Oktober ini, seluruh klub peserta kompetisi termasuk Persebaya, sepakat menunggu kabar lebih lanjut. Namun nyatanya, kabar itu tak kunjung datang.

Menurut Chandra, dampak dari tak adanya kabar dari PSSI dan PT LIB sangat merugikan tim. Baik dari sisi keuangan maupun sosial. Persebaya menanggung kerugian besar. Mental pemain down, program latihan berantakan, dan beban finansial klub semakin besar. 

Untuk itu, Persebaya berharap PSSI segera memutuskan status kompetisi. Selain itu, Persebaya juga menagih komitmen ketua umum PSSI, Mochamad Iriawan.

Saat rapat extraordinary meeting di Yogjakarta, Iwan mengatakan bahwa PSSI akan memenuhi hak-hak klub selama masa menunggu itu. Namun nyatanya hingga kini, komitmen itu tak ada hasilnya.

“Kami tunggu komitmen itu. Semoga terwujud. Sesuai apa yang disampaikan di Yogjakarta. Seluruh klub Liga 1 menjadi saksinya,” tandas Candra. 

Sementara itu, sesi latihan terakhir kemarin diselimuti suasana haru. Sebetulnya, semua pemain, sudah mengetahui, momen itu menjadi latihan terakhir. Kendati begitu, gurat kecewa masih juga gagal disimpan di wajah mereka. Setelah sesi latihan berakhir. Para pemain saling berangkulan. Coba saling menghibur satu sama lain.

“Pasti sedih. Kami sudah berlatih sekian lama. Begitu kerasnya. Ternyata, ujungnya seperti ini,” kata David da Silva. 

Sebagai kenangan, seluruh pemain dan ofisial foto bersama. Pelatih Persebaya Aji Santoso berharap, sesi foto bersama itu bukanlah sesi foto terakhir mereka berseragam Persebaya.

“Ke depan kami belum tahu situasinya seperti apa. Saya hanya minta pemain terus jaga kondisi dan berkomunikasi. Semoga itu bukan foto terakhir,” ungkap Aji Santoso.

Penulis : Alief Sambogo

Editor : Rizal A

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

26 Nov 2020 03:43 WIB

Keteladanan Nabi sebagai Guru, Guru seperti Orang Tua

Islam Sehari-hari

Pesan indah Ustadz Ma'ruf Khozin, Direktur Aswaja NU Center Jawa Timur

26 Nov 2020 02:27 WIB

Kisah Kecil tentang Ibrahim ibn Thahman, Ini Catatan Ulil Abshar

Khazanah

Cenderung menolak sifat-sifat Tuhan yang bernada antropomorfis

26 Nov 2020 01:10 WIB

Maradona Meninggal, Pujian dan Belasungkawa Mengalir Deras

Dunia

Banyak orang yang merasa kehilangan atas kematian Maradona.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...