Persebaya Jamu Arema FC, Ada Peluang Main di Stadion GBT

30 Nov 2019 11:37 Liga Indonesia

Persebaya Surabaya punya peluang bisa kembali bermain di Stadion Gelora Bung Tomo, (GBT) Surabaya. Peluang Persebaya bisa bermain kembali di Stadion GBT itu disampaikan Kapolrestabes Surabaya, Sandi Nugroho seusai melakukan penanaman pohon tabebuya di area Stadion GBT, Sabtu 30 November 2019 pagi tadi.

"Nanti kita evaluasi untuk pertandingan berikutnya. Mudah-mudahan ada lampu hijau," kata Sandi.

Paling dekat, Persebaya akan menghadapi Arema FC pada 12 Desember nanti. Untuk pertandingan ini, Sandi menyebut bisa saja bermain di Stadion GBT. Namun, Sandi mengingatkan, kalaupun bisa digelar di Stadion GBT, pertandingan nanti harus dijalankan sesuai sanksi yang dijatuhkan oleh Komisi Disiplin PSSI, yakni digelar tanpa penonton.

"Kita bisa beri izin, asal memastikan bahwa GBT ini bukan hanya miliknya Bonek Bonita ataupun Persebaya saja. Tapi GBT ini punya masyarakat Surabaya. Kita juga punya tanggungjawab bersama menjaga Stadion GBT, terutama jelang Piala Dunia U-20 nanti," ucap Sandi.

Sandi juga mengatakan izin tersebut bisa saja keluar, asal semua Bonek dan manajemen Persebaya berkomitmen bisa berubah menjadi lebih baik. Tak mengulangi kejadian kerusuhan yang menimbulkan kerugian atas rusaknya beberapa fasilitas stadion GBT.

"Kita menginginkan bahwa bukan masalah sanksi atau pun tidak boleh bermain di sini. Tetapi yang perlu kita tunjukan adalah perubahan dari masyarakat Surabaya, terutama Bonek-Bonita serta perubahan manajemen Persebaya agar bisa semakin baik lagi dan mempunyai kesadaran tinggi untuk bisa menjaga Kota Surabaya bersama-sama," imbuh Sandi.

Seperti diketahui, Persebaya harus terpaksa menggelar pertandingan home di luar Surabaya. Persebaya tepaksa melaksanakan pertandingan home di luar Surabaya karena tak mendapat izin dari Kepolisian. Alhasil, di dua pertandingan kemarin, saat melawan PSM Makassar (14 November) dan Semen Padang (28 November) harus digelar di Stadion Batakan Balikpapan.

Penulis : Haris Dwi
Editor : Moch. Amir


Bagikan artikel ini