Pernyataan Sikap Bersama PBNU dan PP Muhammadiyah

01 Nov 2018 05:55 Nasional

Pertemuan antara PBNU dengan PP Muhammadiyah di Kantor Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta Rabu malam 31 Oktober 2018, menghasilkan pernyataan sikap bersama yang berisi empat poin penting.

Pernyataan bersama PBNU dan PP Muhammadiyah tersebut berisi:

1. Berkomitmen kuat menegakkan keutuhan dan kedaulatan NKRI yang berdasarkan Pancasila sebagai sistem kenegaraan yang Islami. Bersamaan dengan itu menguatkan dan memperluas kebersamaan dengan seluruh komponen bangsa dalam meneguhkan integrasi nasional dalam suasana yang damai, persaudaraan dan saling berbagi untuk persatuan dan kemajuan bangsa.

2. Mendukung sistem demokrasi dan proses demokratisasi sebagai mekanisme sebagai politik kenegaraan dan seleksi kepemimpinan nasional yang dilaksanakan, konstitusional, adil, jujur dan berkeadaban. Semua pihak agar mendukung proses demokrasi yang substantif serta bebas dari politik yang koruptif dan transaksional demi tegaknya kehidupan politik yang dijiwai nilai nilai agama, Pancasila dan kebudayaan luhur Indonesia.

3. Meningkatkan komunikasi dan kerjasama yang konstruktif untuk mencerdeskan kehidupan bangsa, membangun masyarakat yang makmur baik material maupun spiritual, serta peran politik kebangsaan melalui program pendidikan, ekonomi, kebudayaan dan bidang bidang strategis lainnya. Komunikasi dan kerjasama sebagai perwujudan ukhuwah keumatan dan kebangsaan yang produktif untuk kemajuan Indonesia.

4. Pada tahun politik ini semua pihak agar mengedepankan kearifan, kedamaian, toleransi, dan kebersamaan di tengah perbedaan pilihan politik. Kontestasi politik diharapkan berlangsung damai, cerdas, dewasa serta menjunjung tinggi keadaban serta kepentingan bangsa dan negara. Hindari sikap bermusuhan dan saling menjatuhkan yang dapat merugikan kehidupan bersama. Kami percaya para elit dan rakyat Indonesia makin cerdas santun, dan semakun dewasa.

Pernyataan ini ditandatangani Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir, dan dibacakan secara bergantian oleh Sekjen PBNU Halmy Faisol dan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mukti, di penghujung pertemuan. (asm).

Reporter/Penulis : Moch. Amir


Bagikan artikel ini