Perluasan Rumah Sakit Soewandhi Tak Lama Lagi

03 Dec 2019 06:30 Surabaya

Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk memperluas Rumah Sakit Dr. M. Soewandhie Surabaya akan segera dimulai. Perluasan tersebut adalah penambahan gedung baru yang akan digunakan untuk radio terapi, rawat inap, dan instalasi lainnya.

Kabid Bangunan Gedung, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKPCKTR) Kota Surabaya, Iman Krestian mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan pembersihan lokasi yang digunakan untuk pembangunan gedung baru. Karena di sekitar kawasan RS Dr. Soewandhi, masih banyak sisa pembongkaran bangunan dari beberapa tahun lalu.

"Itu ada sisa-sisa bongkaran tahun-tahun sebelumnya. Makanya ini mulai kita bersihkan itu dulu," kata Iman, Selasa 3 Desember 2019.

Selain pembersihkan bekas bongkaran, Iman mengatakan saat ini Pemkot juga fokus untuk penertiban pedagang kaki lima dan parkir di sekitar rumah sakit.

"Kita juga sedang melakukan penertiban aktifitas parkir dan PKL. Ini kan harus clear dulu sebelum pelaksaanaan pembangunan," sambungnya.

Imam juga mengatakan, untuk sementara waktu selama proses pembangunan gedung baru, parkir di sekitar kawasan rumah sakit akan dipindahkan ke arah Pasar Kapas Krampung. Alasannya, kawasan tersebut harus steril selama masa pembangunan.

"Satpol PP sudah mulai melakukan imbauan pelarangan parkir dan berjualan di sekitar (Rumah Sakit) Soewandi, sejak Senin (2 Desember) kemarin. Nah, hari ini itu baru sterilisasi sepenuhnya. Nanti juga di dampingi Dinas Perhubungan untuk sosialisasi kepada warga," jelas dia.

Iman mengatakan, pembangunan gedung dimulai bulan Desember ini, dan dijadwalkan akan selesai pada tahun 2020. Namun, ia belum bisa menentukan di bulan apa pembangunan tersebut rampung. Meski demikian, pihaknya berupaya untuk mengerjakannya secara cepat. Sehingga warga Surabaya bisa segera menggunakan fasilitas yang ada.

"Pemenang lelang proyeknya sudah ada. Insya allah dalam waktu dekat kita mulai groundbreaking, namun untuk target kami belum tahu detil ya. Pokoknya 2020 sudah selesai. Bulan apanya itu nanti menyesuaikan," katanya.

Sesuai perencanaan dari Cipta Karya, gedung baru bernilai Rp197 miliar itu akan terdiri dari delapan lantai dan juga basement. Namun, untuk awal, gedung hanya akan dibangun hingga 5 lantai saja.

"Karena ini proyek multiyear ya, kita usahakan yang jadi 5 lantai dulu dan basement. Yang terpenting, masyarakat bisa menggunakan dulu. Kami upayakan cepat selesai," pungkasnya.

Penulis : Alief Sambogo
Editor : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini