Perkuat Iman dan Tawakal, Begini Pesan Habib Luthfi

03 Jan 2019 05:41 Islam Sehari-hari

Umat Islam di Indonesia mengalamai pelbagai cobaan. Baik berupa musibah hingga terjadinya ketegangan di antara golongan yang berbeda. Apalagi, dalam tahun 2019 merupakan Tahun Politik.

Setelah rangkaian dzikir dan pembacaan kitab, Maulana Habib Luthfi bin Yahya memberikan tausiyah tentang tawakkal. Beberapa hal yang beliau sampaikan antara lain:

1. Pasrahkan semua urusan kepada Allah dengan tawakkal.

2. Berusahalah meraih harapan dengan bersungguh-sungguh dalam ikhtiyar.

3. Tawakkal dan Ikhtiyar adalah dua elemen yang menyatu dan tidak bisa dipisahkan.

" Zuhud, bukan berarti tidak mau menggunakan fasilitas duniawi, tapi zuhud lebih ditekankan pada penafian cinta dunia dari hati sanubari," pesan Habib Luthfi bin Yahya.

4. Ikhtiyar yang tidak disertai dengan tawakkal, akan memunculkan sifat ke-aku-an (egois).

5. Ikhtiyar bukan segala-galanya. Ikhtiyar adalah sebatas usaha. Hasilnya dipasrahkan kepada Allah. Inilah yang disebut tawakkal.

6. Ikhtiyar disertai tawakkal akan memunculkan sifat mahmudah dan akhlak karimah. Karena dengan tawakkal akan tertanam husnudhdon kepada Allah, maka akan mudah husnudhdon kepada Rasulullah.

7. Husnudhdhon yang tertanam dengan baik akan memudahkan kita mengerjakan perintah-perintah Allah dan RasulNya.

8. Saat seseorang sudah mau dengan kesadarannya untuk Imtitsaal Awaamirillah wajtinaab Nawaahiihi, hal itu dapat mengantarkannya untuk memperoleh sifat zuhud, menghilangkan kecintaan pada dunia.

9. Zuhud, bukan berarti tidak mau menggunakan fasilitas duniawi, tapi zuhud lebih ditekankan pada penafian cinta dunia dari hati sanubari.

10. Jika sudah demikian, maka ridha dan rahmat Allah akan mudah turun mengiringi dan mengayomi kehidupannya. Sehingga ia akan bisa merasakan suatu kondisi yang tergambar dalam sebuah ungkapan:

Tiada resah yang menghampirinya.
Tiada susah yang mendatanginya.
Tiada galau yang membingungkannya.
Tiada sedih yang mengganggunya, karena ia merasa Allah selalu bersamanya, baik saat sendiri.

*) Dipetik dari pengajian Gd. Kanzus Shalawat, Pekalongan, Jumat 29 Juni 2018.

Penulis : Riadi


Bagikan artikel ini