Para pasien rehabiltasi pecandu narkoba menggelar upacara peringatan HUT RI ke-73, Jumat, 17 Agustus 2018. (Foto: witanto/ngopibareng.id)
Para pasien rehabiltasi pecandu narkoba menggelar upacara peringatan HUT RI ke-73, Jumat, 17 Agustus 2018. (Foto: witanto/ngopibareng.id)

Peringati HUT RI, Pasien Rehab Pecandu Narkoba Gelar Upacara

Ngopibareng.id Surabaya 17 August 2018 17:50 WIB

Dalam memperingati HUT RI ke-73, Rumah Sehat Orbit Surabaya (RSOS) yang merupakan tempat rehabilitasi pecandu napza milik Yayasan Orbit melaksanakan upacara bendera.

Upacara dilaksanakan di halaman RSOS Perum Margorejo Indah Blok B Nomor 922 Surabaya. Yang menjadi pemimpin upacara adalah DCH, salah satu klien rehab. Sementara yang menjadi inspektur upacara Direktur RSOS, Rudy Wedhasmara.

Upacara yang berlangsung sekitar 2 jam setengah ini diikuti seluruh klien RSOS yang rawat inap berjumlah 16 orang dan 9 staf RSOS. Mereka mengenakan seragam khusus yakni kaos merah hati bertuliskan RSOS.

Direktur RSOS, Rudy Wedhasmara, mengatakan bahwa kegiatan upacara ini bentuk penghormatan kepada para pahlawan dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. "Kami para pecandu yang ingin pulih mengucap syukur atas jasa para pahlawan, sehingga Indonesia bisa menjadi maju seperti saat ini," katanya.

Kata Sinyo, panggilan akrab Rudi Wedhasmara, Indonesia memang sudah merdeka, namun penanganan terhadap pecandu narkoba masih belum merdeka. Upaya penanganan terhadap para korban penyalahguna narkoba menjadi polemik di aparat penegak hukum.

"Masih banyak kepentingan dalam upaya penanganan para korban peredaran gelap narkoba yang rata-rata anak usia produktif. Penegak hukum lebih banyak memberikan hukuman pidana ketimbang rehabilitasi," katanya.

Diungkapkan Sinyo, saat ini putusan rehabilitas terhadap penyalahguna Napza masih sangat sedikit apabila dibanding putusan pidana penjara.

"Dari hasil survey yang pernah kita lakukan 80 persen lebih kasus narkoba terutama dengan tersangka para pecandu vonisnya pidana kurungan atau penjara. Padahal putusan memenjarakan pecandu tidak akan menyelesaikan masalah," katanya.

Kata Sinyo, pecandu harusnya direhabilitasi. Karena para pecandu ini seorang yang mengalami sakit kecanduan.

"Obatnya bukan penjara tapi direhab. Kalau dipenjara tingkat kecanduannya bukan malah sembuh melainkan malah menjadi-jadi. Bahkan bisa jadi penggunaan narkobanya akan malah bertambah dan bermacam-macam jenisnya," katanya. 

Sementara itu, upacara ini juga bukti bahwa pecandu narkoba juga sangat cinta terhadap bangsa ini. "Kami juga manusia. Kami ingin pulih. Karenanya jangan pandang sebelah mata terhadapa upaya kami yang ingin pulih dari ketergantungan Napza," ujar DCH. (wit)

Penulis : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

21 Jan 2021 17:58 WIB

Pemkot Tambah Fasyankes untuk Percepat Vaksinasi

Surabaya

Pemkot Surabaya target vaksin tahap pertama usai sebelum tiga minggu.

21 Jan 2021 17:45 WIB

10 Hari PPKM masih Ada yang Nakal di Surabaya

Surabaya

Ada yang "nakal" tak patuhi PPKM dan Perwali.

21 Jan 2021 16:40 WIB

PPKM Diperpanjang, Pemkot Surabaya Berhitung Dampak yang Terjadi

Surabaya

PPKM diperpanjang mulai 26 Januari-28 Februari 2021.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...