Peringati Hari Pahlawan Lewat Kisah Swan Lake Dalam Gelaran Balet

09 Nov 2019 20:10 Entertainment

Kisah klasik Swan Lake menceritakan seorang ratu bernama Odette. Ia dikutuk oleh penyihir jahat, Von Rothbart, menjadi seekor angsa yang cantik.

Ratu Odette yang berubah menjadi angsa lantas bertemu dengan seorang pemburu bernama Siegfried. Singkat cerita, Siegfried terkejut melihat angsa tersebut berubah menjadi gadis cantik.

Itulah penggalan kisah Swan Lake yang diadaptasi menjadi berbagai pertunjukan drama dipadu balet, yang akan ditampilkan dalam pementasan balet modern Marlupi Dance Academy dengan tema 'The Swan Lake In Modern Balet', pada Minggu 10 November 2019. 

Ditemui saat melakukan gladi bersih, Sabtu 9 November, para pemain yang mengenakan kostum putih lengkap dengan detail bulu layaknya seekor angsa, menari dengan lincah dan gemulai. Panggung bernuasa hutan yang menampilkan burung dan bunga dari layar visual.

Marlupi Sijangga, pendiri Marlupi Dance Academy mengatakan, pertunjukan ini dikemas lebih kontemporer.

"Pertunjukan kali ini dikemas lebih modern. Saya merasa harus ada gebrakan baru dalam dunia balet dengan memberikan sentuhan lain pada gerakan-gerakannya," ungkap wanita  82 tahun ini.

Gerakan klasik, ungkap dia, biasanya memiliki kaidah-kaidah tertentu dan harus digerakan dengan sangat teliti, misalnya kaki tidak boleh di tekuk dan sebagainya.

Tarian balet dalam gelaran pementasan kisah Swan Like Foto Pitangopibarengid
Tarian balet dalam gelaran pementasan kisah Swan Like (Foto: Pita/ngopibareng.id)

Para balerina sengaja diberi kebebasan untuk mengerakan tangan dan kakinya secara bebas, tapi tetap tampil indah.

Tak hanya itu, Marlupi juga mengungkapkan, momen Hari Pahlawan turut disisipkan dalam gelaran Swan Lake dengan mengumandangkan lagu Gugur Bunga.

"Ini mengambarkan bahwa semangat pahlawan juga bisa dicerminkan dari mana saja termasuk gerakan balet," imbuhnya.

Pemeran Odette, Rebecca Alexandria Hadibroto yang ditemui usai gladi bersih, mengaku tertantang dengan perannya. Karena ia harus menyelaraskan gerakan tubuh dengan irama musik.

"Tantangan pasti ada. Apalagi tantangan terberatnya yaitu ketika berekspresi sedih dengan gerakan yang sedemikian rupa. Gerakannya harus smooth. Angsa kan cantik dan anggun. Ini menjadi tantangan saya, tapi saya terus berlatih agar dapat menampilkan yang terbaik," tuturnya.

Penulis : Pita Sari
Editor : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini