Peringati Hari Down Syndrome, POTADS: Peran Orang Tua Penting

25 Mar 2019 16:20 Human Interest

Badan Koordinator dan Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) Jawa Timur dan Persatuan Orang Tua Anak Dengan Down Syndrom (POTADS) menyelenggarakan peringatan Hari Down Syndrome di Hotel Shangri-La, Senin, 25 Maret 2019.

Beberapa acara yang diadakan antara lain pemeriksaan kesehatan, tarian rampak, fashion show serta penampilan perkusi oleh anak-anak down syndrome.

Ketua POTADS Jatim Farida Martharina mengatakan, bulan maret merupakan bulan yang paling ditunggu insan down Syndrome di seluruh dunia.

"Acara ini adalah acara luar biasa yang ditunggu insan down syndrome di seluruh dunia, karena mereka bisa berbagi dan melihat bahwa mereka (anak down syndrom) tak sendiri dan mereka bisa," ujarnya.

Lanjutnya, pada tahun ini tema yang diambil adalah 'Down Syndrome Hebat'. Alasannya untuk memberikan semangat bahwa anak dengan down syndrome
bisa berprestasi dan berkarya.

Suasana pemeriksaan kesehatan anak down syndrome oleh YKAI Jatim Foto Pitangopibarengid
Suasana pemeriksaan kesehatan anak down syndrome oleh YKAI Jatim. (Foto: Pita/ngopibareng.id)

"Contohnya sudah banyak ya, seperti Aswin Nugraha atlet renang yang sekarang juga tengah merintis bisnis makanan ringan seperti jajanan, kue, dan lain sebagainya. Dan hari ini juga ia membuka tenan di sini," kata Farida.

Farida menambahkan, tujuan utama diselenggarakan acara ini untuk memotivasi orang tua agar menjadi orang tua yang baik bagi anak down syndrome.

"Kalau orang minder lalu anaknya bagaimana? Nah, di sini tempat mereka berkumpul, bahwa mereka tidak sendiri dan anak mereka bisa mandiri asal diarahkan dengan baik," katanya.

Farida juga berpesan pada semua masyarakat untuk bisa menerima anak down syndrome tanpa perbedaan sama seperti yang lainnya.

"Karena mereka juga memiliki kesempatan yang sama, sama seperti Anda," katanya.

Untuk diketahui, tanggal 21 maret dipilih sebagai hari down syndrome dunia bukan tanpa alasan, 21 merupakan pengingat bahwa down syndrome disebabkan karena kelainan kromosom 21.

"Dua ditambah satu sama dengan tiga, jadi tanggal 21 diperingati di bulan ketiga yaitu maret," ujarnya. (pts)

Reporter/Penulis : Pita Sari
Editor : Witanto


Bagikan artikel ini