Perempuan di Zaman Rasulullah pun Terlihat Pipinya

12 Mar 2018 17:15

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

“Ramai-ramai soal cadar membuat saya ragu memakai jilbab. Ustadz, bagaimana sesungguhnya, yang terjadi pada zaman Kanjeng Rasul Muhammad SAW, tentang busana perempuan Muslimah ini?”

Demikian Anita Hamidah, mengajukan pertanyaan pada ngopibareng.id. Pertanyaan yang belakangan memang aktual di Indonesia ini, mewakili pertanyaan senada yang masuk ke redaksi.

Untuk menanggapi masalah tersebut, Ustadz Ahmad Muntaha AM, Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Nahdlatul Ulama Jawa Timur, memberikan penjelasan sebagai berikut:

Berkaitan dengan hal ini Imam Muslim meriwayatkan hadits dalam kitab al Jami’ Shahih (II/603). Secara panjang lebar beliau meriwayatkan:

“Muhammad bin Abdullah bin Numair menceritakan kepadaku: “Ayahku menceritakan kepadaku: “Abdul Malik bin Abi Sulaiman menceritakan kepadaku, diriwayat dari ‘Atha, dari dari Jabir bin Abdillah, ia berkata:

“Aku menghadiri shalat Id bersama Rasulullah Saw. Beliau mengawalinya dengan shalat sebelum khotbah, tanpa azan dan iqamah. Lalu beliau berdiri dengan bersandar kepada Bilal. Beliau perintahkan taqwa kepada Allah, mendorong untuk menaati-Nya, menasihati jamaah dan memberi peringatan terhadap mereka.

Lalu beliau berlalu sampai mendatangi para wanita, menasehati mereka dan memberi peringatan terhadap mereka.

Beliau bersabda: “Bersedekahlah kalian, sebab kebanyakan dari kalian menjadi kayu bakar neraka.”

Seketika dari tengah-tengah majelis bangkitlah seorang wanita yang kusam kehitaman kedua pipinya seraya berkata: “Kenapa, wahai Rasulullah?”

Beliau jawab: “Karena kalian sering mengeluh dan mengufuri (enggan membalas kebaikan) suami.”

Sahabat Jabir bin Abdillah mengatakan: “Kemudian mereka segera bersedekah dari perhiasan mereka. Mereka masukkan anting-anting dan cincin-cincin mereka pada pakaian Sahabat Bilal.” (HR. Muslim)

Berikut ini redaksi arabnya:

وحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ نُمَيْرٍ، حَدَّثَنَا أَبِي، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ أَبِي سُلَيْمَانَ، عَنْ عَطَاءٍ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ، قَالَ: شَهِدْتُ مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الصَّلَاةَ يَوْمَ الْعِيدِ، فَبَدَأَ بِالصَّلَاةِ قَبْلَ الْخُطْبَةِ، بِغَيْرِ أَذَانٍ وَلَا إِقَامَةٍ، ثُمَّ قَامَ مُتَوَكِّئًا عَلَى بِلَالٍ، فَأَمَرَ بِتَقْوَى اللهِ، وَحَثَّ عَلَى طَاعَتِهِ، وَوَعَظَ النَّاسَ وَذَكَّرَهُمْ، ثُمَّ مَضَى حَتَّى أَتَى النِّسَاءَ، فَوَعَظَهُنَّ وَذَكَّرَهُنَّ، فَقَالَ: «تَصَدَّقْنَ، فَإِنَّ أَكْثَرَكُنَّ حَطَبُ جَهَنَّمَ»، فَقَامَتِ امْرَأَةٌ مِنْ سِطَةِ النِّسَاءِ سَفْعَاءُ الْخَدَّيْنِ، فَقَالَتْ: لِمَ؟ يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ: «لِأَنَّكُنَّ تُكْثِرْنَ الشَّكَاةَ، وَتَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ»، قَالَ: فَجَعَلْنَ يَتَصَدَّقْنَ مِنْ حُلِيِّهِنَّ، يُلْقِينَ فِي ثَوْبِ بِلَالٍ مِنْ أَقْرِطَتِهِنَّ وَخَوَاتِمِهِنَّ. رواه مسلم
(adi/aswajamuda.com)