Perempuan Boleh Itikaf? Ini Syaratnya

Islam Sehari-hari 18 May 2019 03:08 WIB

Itikaf adalah ibadah dengan cara berdiam di dalam masjid dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Itikaf serupa dengan ibadah shalat yang mengharuskan mereka berada dalam kondisi suci dari hadats kecil dan hadats besar. Itikaf dapat dilakukan oleh laki-laki dan perempuan.

Perempuan memiliki hak untuk menjalankan ibadah i'tikaf. Hal ini didasarkan pada hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim melalui Sayyidatina Aisyah RA sebagai berikut:

وَعَنْهَا: - أَنَّ اَلنَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - كَانَ يَعْتَكِفُ اَلْعَشْرَ اَلْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ, حَتَّى تَوَفَّاهُ اَللَّهُ, ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ - مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Artinya, “Dari Aisyah RA, Nabi Muhammad SAW beri'tikaf pada sepuluh terakhir bulan Ramadhan. Aktivitas itu dilakukan hingga beliau wafat. Kemudian para istrinya mengikuti i'tikaf pada waktu tersebut sepeninggal Rasulullah SAW,” (HR Bukhari dan Muslim).

"Dari hadits ini, para ulama menyimpulkan bahwa perempuan memiliki hak untuk menjalankan ibadah i'tikaf. Ibadah i'tikaf yang dianjurkan setiap waktu semakin disunnahkan pada sepuluh terakhir bulan Ramadhan".

Dari hadits ini, para ulama menyimpulkan bahwa perempuan memiliki hak untuk menjalankan ibadah i'tikaf. Ibadah i'tikaf yang dianjurkan setiap waktu semakin disunnahkan pada sepuluh terakhir bulan Ramadhan.

جواز اعتكاف النساء في المساجد بإذن أزواجهن إذا لم يخش عليهن فتنة

Artinya, “Boleh i'tikaf perempuan di masjid dengan izin suami bila tidak dikhawatirkan terjadi fitnah,” (Lihat Syekh Hasan Sulaiman An-Nuri dan Syekh Alawi Abbas Al-Maliki, Ibanatul Ahkam, [Beirut, Darul Fikr: 1996 M/1416 H], cetakan pertama, juz II, halaman 340).

Namun demikian para ulama berbeda pendapat perihal tempat i'tikaf perempuan dan perihal perizinan i'tikaf oleh suami mereka. Perbedaan pendapat ulama perihal ini nanti akan kami jelaskan secara lebih rinci pada kesempatan lainnya.

Yang jelas, perempuan masa kini dapat beri'tikaf sebagaimana para istri Rasulullah SAW juga melakukan ibadah i'tikaf dengan dasar hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim melalui Sayyidatina Aisyah RA tersebut. Wallahu a‘lam.

Demikian penjelasan Alhafiz Kurniawan, dikutip dari nu-online.

Sumber: www.nu.or.id/post/read/106360/apakah-wanita-boleh-itikaf

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

08 Aug 2020 09:51 WIB

Dicari, 100 Cyclist Perempuan Inspirasional

Gowes Bareng

Women Cycling Community Nusantara cari 100 Cyclist Perempuan Inspirasional.

07 Aug 2020 17:10 WIB

Jemaah Salat Jumat di Masjid Ampel Tak Terapkan Protokol

Reportase

Takmir masjid beralasan jika jemaah yang salat berbeda latar belakang.

03 Aug 2020 16:45 WIB

Viral, Pria Belai Kaki Cewek Saat Lampu Merah

Hiburan

seorang pria grepe kaki perempuan yang diboncengnya

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...