Perbedaan Hosting, VPS dan Virtual Data Center

11 Oct 2019 16:30 ngopiTECH by D~NET

Perkembangan teknologi informasi yang pesat saat ini memunculkan teknologi yang dinamakan sebagai teknologi cloud computing. Istilah cloud computing sendiri adalah teknologi komputasi berbasis awan yang memungkinkan semua data berada dan disimpan di server internet.

Banyak para pelaku bisnis di Indonesia yang sudah mulai mengembangkan bisnisnya dengan menggunakan sistem cloud, karena lebih mudah dan lebih cepat serta dapat mengakses data bisnis kapanpun dan dimanapun. Banyak hal bisa dimanfaatkan dan dikembangkan dalam server cloud ini, seperti: Web Hosting, Virtual Private Server (VPS), dan Virtual Data Center.

Dan kali ini kita akan mengulas perbedaan dari ketiganya.

Web Hosting

Hosting merupakan tempat untuk menampung semua file dan data yang dibutuhkan untuk membuat website agar dapat diakses melalui internet. File dan data tersebut dapat berupa gambar, script, email, database, domain, dan lainnya.

Dengan web hosting, para pengembang bisnis dapat membuat website untuk bisnis atau perusahaan mereka agar dapat dilihat dan dibaca oleh orang lain melalui internet. Web hosting biasanya bersifat shared server. Artinya anda berbagi ruang dengan web hosting dalam 1 server.

Virtual Private Server (VPS) 

VPS bekerja layaknya dedicated server dan dapat dijadikan sebagai Web Hosting dan Application Hosting dengan kebutuhan lebih kompleks. Virtual Private Server merupakan virtual server yang memungkinkan pembagian sumber daya ke dalam virtual mesin pada server.

Yang membedakan dengan Web Hosting yaitu Anda bebas menentukan Sistem operasi yang ingin digunakan dan mendapatkan akses sebagai root. Tidak seperti web hosting yang memiliki keterbatasan, dengan  VPS, Anda bebas menginstall program aplikasi apapun  dan dapat diinstall panel sebagai induk dari web hosting yang dapat membagi resource ke beberapa hosting.

Virtual Data Center (VDC)

VDC merupakan server cloud yang sangat fleksibel dan dapat digunakan untuk kebutuhan berskala besar. Anda dapat menentukan kebutuhan resource sesuai keinginan Anda, seperti RAM, CPU, Hardisk, dll. VDC dapat dimanfaatkan untuk membuat virtual mesin, container, ataupun docker dengan banyak pilihan sistem operasi.

Dengan menggunakan Virtual Data Center, pengguna bisa memaksimalkan sumber daya/resource server secara leluasa karena adminstrasi server dikelola oleh Anda sendiri sebagai pemilik server. Virtual data center  biasa digunakan oleh penyedia layanan hosting (VPS/Shared Hosting), application service provider, perusahaan yang menyimpan data besar di server  atau website yang memiliki trafic dan membutuhkan resource yang tinggi.

Nah, begitulah perbedaan dari hosting, Virtual Private Server dan Virtual Data Center. Dan bagi Anda yang bingung memilih  VPS atau VDC provider  untuk bisnis, Anda bisa mengkonsultasikan kebutuhan Anda dengan  tim D~NET dengan chat di website dnetprovider.id.