Kementerian PUPR perbaiki kawasan kumuh perkotaan lewat program padat karya Kotaku. (Ilustrasi/Kementerian PUPR)
Kementerian PUPR perbaiki kawasan kumuh perkotaan lewat program padat karya Kotaku. (Ilustrasi/Kementerian PUPR)

Perbaiki Kawasan Kumuh Perkotaan, PUPR Anggarkan Rp382 Miliar

Ngopibareng.id PUPR 01 July 2020 23:05 WIB

Salah satu program PKT yang dilaksanakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Ditjen Cipta Karya yang bersinergi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) dan Kelompok Masyarakat adalah melakukan perbaikan kualitas kawasan permukiman kumuh di perkotaan melalui Program Kotaku.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, Program Kotaku merupakan wujud kolaborasi antara Kementerian PUPR dan Pemda dalam mendorong dan memberdayakan masyarakat/warga setempat sebagai pelaku pembangunan, khususnya infrastruktur berskala kecil atau pekerjaan sederhana yang tidak membutuhkan teknologi, mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan pengawasannya.

“Setiap tahapan pelaksanaan Program Padat Karya dilakukan sesuai dengan protokol covid-19, seperti menjaga jarak fisik, menggunakan masker, dan menghindari kerumunan,” kata Menteri Basuki.

Pada Tahun Anggaran 2020 Program Kotaku dilaksanakan di 364 kelurahan di seluruh Indonesia dengan anggaran Rp 382 miliar yang akan menyerap 12.979 tenaga kerja. Program Kotaku merupakan pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat untuk mendukung program 100-0-100 yaitu 100 persen akses universal air minum, 0 persen permukiman kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak.

Program Kotaku mencakup dua kegiatan, pertama program Infrastruktur Skala Lingkungan (IBM) reguler berupa perbaikan saluran drainase, perbaikan jalan lingkungan, dan pembangunan septic tank biofil komunal, juga rehabilitasi. Kegiatan ini dilaksanakan di 287 desa/kelurahan yang tersebar di 24 provinsi. Kedua, konstruksi infrastruktur skala lingkungan CERC di Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang terdampak bencana. Kegiatan ini tersebar di 77 kelurahan dengan rincian 45 kelurahan di Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah dan 32 kelurahan di Provinsi NTB.

Di Provinsi Sulawesi Tengah Kotaku telah dilaksanakan di beberapa lokasi, di antaranya di Kelurahan Boyaoge, Kota Palu berupa pekerjaan drainase pasangan batu 40/50 sepanjang 145 meter dengan melibatkan sebanyak 40 Harian Orang Kerja (HOK). Selanjutnya di Kelurahan Nunu Kota Palu melakukan pekerjaan Jalan Beton sepanjang 121 meter dengan melibatkan sebanyak 238 HOK. Di Kelurahan Layana Indah Kota Palu berupa pekerjaan box culvert sepanjang 10 meter dengan melibatkan sebanyak 12 HOK.

Sementara di Provinsi NTB, salah satu kegiatan Kotaku telah dilaksanakan di Kelurahan Seketeng Kabupaten Sumbawa dengan pembangunan MCK sebanyak 4 unit dengan memberi manfaat bagi 36 jiwa.

Penulis : Dyah Ayu Pitaloka

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

29 Nov 2020 20:38 WIB

Rekor, 6.410 Kader Banser se-Jawa Ikuti Apel Kebangsaan Virtual

Nasional

Kendati virtual tak mengurangi semangat dan kesemarakan acara.

29 Nov 2020 19:43 WIB

Doni Monardo Sesalkan Sikap Rizieq Syihab yang Tak Mau Ditracing

Nasional

Sudah menerima laporan dari Walikota Bogor dan Dirut RS Ummi.

29 Nov 2020 19:33 WIB

Banser Siap Bantu TNI/Polri Para Tumpas ‘Pencoleng Agama’

Nasional

Mereka menggunakan dalil agama, namun perbuatan malah mencoreng.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...