Masjid Al-Azhar Jakarta didirikan atas ikhtiar dan perjuangan Buya HAMKA. (Foto: Istimewa)

Peranan Masjid dalam Dakwah, Ini Pesan Lengkap Buya HAMKA (3)

Khazanah 31 May 2020 17:30 WIB

Di masa pandemi COVID-19, masjid terasa senyap aktivitas. Meski terdengar adzan setiap waktu, tapi aktivitas shalat berjamaah tidaklah seindah kondisi normal sebagaimana sebelumnya.

Masjid tidak saja menjadi tempat ritual, melainkan juga oase peradaban kemanusiaan. Di dalam masjid, terdapat aktivitas dakwah, pendidikan bahkan aktivitas yang menopang kegiatan masjid, yakni perekonomian.

Prof. DR. H. Abdul Malik Abdul Karim Amrullah (HAMKA), Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat 1975-1981 menulis Peranan Masjid dalam Dakwah. Naskah yang diterbitkan MUI Pusat ini, dikeluarkan di Jakarta, Shafar 1400 H bertepatan Januari 1980 M. Pesan Buya Hamka menjadi penting ketika kondisi masyarakat perlu dibangkitkan dalam mengembangkan dakwah, dan menyebarkan tegaknya kalimat-kalimat Al-Quran di bumi Nusantara.

Pesan tersebut terasa penting, meski dengan latar belakang sejarah yang menyertai konteks pesan disampaikan. Betapa telah terjadi perubahan yang cukup signifikan dalam perkembangan dakwah di Indonesia, dari waktu ke waktu bila ditilik dari perkembangan sekarang.

Berikut pandangan Prof. DR. H. Abdul Malik Abdul Karim Amrullah, bagian terakhir :

Di antara masjid yang terkenal di Indonesia ialah Masjid Al-Azhar di Jakarta yang selesai pembangunannya pada tahun 1958. Dan pada awal tahun 1961 almarhum Syaikh Mahmud Syaltut datang berkunjung ke masjid ini dan berkenan memberi nama masjid Al-Azhar sebagai suatu harapan semoga di masa mendatang menjadi bunga Indonesia untuk menyamai yang ada sebelumnya di KAIRO dalam mengembangkan dakwah dan mengangkat kalimat Allah serta syi'aar al Qur'an.

Dari segi kebetulan bahwa letak masjid ini berhadapan rumahku, dimana saya selalu berulang datang sembahyang dan jamaah telah memilih saya menjadi IMAM dan KHATIB setiap Jum'at. Pada masa permulaan orang shalat di masjid ini sekitar tahun 1954 kami adakan kegiatan keagamaan. Dan disamping shalat fardlu diadakan majlis ta'lim pengajian agama Islam. Begitu juga telah didirikan madrasah TAMAN KANAK-KANAK, IBTIDAIYAH—SD THANAWIYAH—SMP —SMA hingga akhirnya dibangun pula AKADEMI BAHASA ARAB. Disamping apa yang disebutkan tadi diadakan pula pengajian khusus bagi kaum Ibu dan Remaja Puteri.

Mengingat lapangan masjid cukup luas, kami adakan shalat hari raya Idilfithri dan Idil aldha yang dihadliri orang banyak laki-laki dan perempuan, tua dan muda dan anak-anak sampai mencapai jumlah 500 ribu. masjid juga mempunyai perpustakaan yang mempunyai buku-buku agama ilmu pengetahuan kuno dan modern. Juga kami menerbitkan majallah Islam dengan nama Panji Masyarakat . Di sana juga ada kegiatan-kegiatan lain seperti Gerakan Pramuka dan lainnya yang memungkinkan pengunjung menikmatinya.

Kami mengucapkan puji kehadlirat Allah S.w.t. ketika kami diundang ke Muktamar Masjid di Makkah pada bulan Ramadhan 1395 H atau September 1975 M kami telah laksanakan keputusan-keputusannya itu di masjid kami Al-Ashar Azhar ini sejak tahun 1958.

Kami lihat sekarang banyak masjid di negeri kami mengikuti jejak langkah masjid Al-Azhar ini. Dakwah berkembang di seluruh penjuru tanah air Indonesia. Ada tiga syarat pokok bagi kemakmuran masjid yaitu:

1. Imam yang selalu memperhatikan kemampuan ma'mum dan menghormati mereka;

2. Pengurus masjid yang kapabel; cukup cakap;

3. Pengunjung masjid yang mengerti urusan agamanya dan percaya pada diri mereka tidak mengharap bantuan Pemerintah.

Di samping itu kita mengakui bahwa kaum Masehi di negeri kami bersungguh-sungguh giat mengembangkan agama mereka dan mission mereka sebagaimana berlaku di seluruh dunia sampai kepada negeri Arab sendiri. Kita tidak heran bahwa hal ini telah diisyaratkan oleh Al-Quran:

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka…” (QS. Al-Baqarah [2]: 120)

Tetapi kita waspada dan perhatian kita tentang hal ini menjadikan kita mempunyai tanggung jawab yang besar yang dipikulkan dipundak kita. Betapa tidak. Kita telah mengetahui bahwa intervensi kedalam Islam tidak hanya terjadi di Indonesia saja. Di Yaman Utara berdiri pemerintah yang berasa pikiran Karl Marx. Di sebagian negeri berdiri dua negara yang cenderung ke politik-kiri. Di Afghanistan rakyat Muslim berontak melawan politik pemerintahnya yang komunis condong ke Rusia atau intervensi militer Soviet sendiri yang menyerang Afghanistan serangan Ya'juj Ma;juj.

Secara keseluruhan di tiap negeri menghadapi peroblemanya sendiri. Tetapi kita kaum muslimin berkekuatan dengan keadaan negeri-negeri yang hidup di atas dasar-dasar melawan kekuatan yang menyerang Islam, tidak boleh lain bahwa kita sekalian bergerak berjihad. Tidak lupa dan ingatan kita bahwa sekalipun kita jauh dari negeri-negeri itu, kita mengira disana pun bukan tidak ada pembela-pembela islam yang berjuang mempertahankan akidah yang benar.

Telah menggoncangkan kaum muslimin seluruh dunia dimana mencapai 4 juta Muslimin Indonesia dikristenkan pada tahun 1976, dan pada tahun 1978 kembali murtad 10 juta dan masuk kristen. Tetapi aneh dan heran tidak tersiar di dunia Islam bahwa puluhan ribu dan bahkan ratusan ribu dan bahkan ratusan ribu setiap hari mereka masuk memeluk agama Islam, bahkan mereka tahu bahwa jumlah penduduk Indonesia yang terbanyak adalah Islam. Dunia Islam mendengar berita itu, maka goncang saudara-saudara kita di negeri itu seolah di Indonesia tidak ada pejuang, pemimpin yang membela agamanya.

Begitu juga kita dengar di Indonesia bahwa sebagian negeri Arab sudah condong ke kiri, kita perhatikan bahwa sebagian orang Indonesia mengira sana tidak ada pejuang melawan orang kafir dan yang berpaling dari agama. Dan sebagaimana kamu sekalian merasa putus asa berita yang sampai kepada sekalian tentang krestenisasi orang-orang Islam di Indonesia, begitu juga kami merasa sakit menusuk hati kami perasaan cemas akan kemunduran Islam, semoga Allah tidak mentakdirkan demikian—dan akan lenyap dan negeri Arab sendiri karena Komunis telah menanamkan kukunya di Timur Tengah negeri Arab, tempat turunnya wah-yu dan lahirnya Islam.

Tidak sekali-kali tidak wahai Saudara-Saudaraku.

Kita tidak boleh berperasaan cemas dan takut karena kita selalu bergerak berjuang di Indonesia bahkan di seluruh negeri Islam, percaya bahwa Allah swt akan menolong kita dan menghancurkan musuh-musuh Islam dan idee-idee yang akan menghancurkan. Firman Tuhan :

“...Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad [47]:7)

“Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai”. (QS. At Taubah [9]:33)

Rasulullah SAW bersabda : “Selalu ada dari umatku senantiasa yang menegakkan perintah Allah. Tidak dapat mencelakai mereka orang yang menghinanya dan juga orang yang menyelisihinya, hingga Allah datangkan kepada mereka perkaranya sedangkan mereka tetap kondisi seperti itu.” (HR. Bukhari dari hadits Muawiyah Bin Abi Sufyan)

Saya sampaikan uraian ini dan motion ampun kepada Allah SWT.

Wassalammu'alaikum W.W.

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

09 Jul 2020 16:10 WIB

Satu Pedagang Positif Covid-19, Pasar Pahing Kediri Ditutup

Jawa Timur

Pasar Pahing Kota Kediri ditutup tiga hari.

09 Jul 2020 15:50 WIB

Selama Pandemi, Pelayanan Pasien Kanker AHCC Tetap Berjalan

RS Adi Husada

Pelayanan Pasien Kanker AHCC, Selama Masa Pandemi Tetap Berjalan

09 Jul 2020 15:46 WIB

Kurva Covid-19 Tak Turun, Pakar: Jangan Salahkan Jatim

Jawa Timur

Angka kasus bisa dilihat 7-8 hari kemudian.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...