Ini Kesaksian Warga Soal Keluarga Ibu Penyekap Empat Anaknya

08 Jan 2020 19:18 Jawa Timur

Kasus penyekapan empat anak oleh seorang ibu bernama Artimutinah, usia 62 tahun mengundang kecurigaan dari warga sekitar Desa Banjarejo, Pakis, Kabupaten Malang.

Kepala Desa Banjarejo, Suko Mulyono mengungkapkan, bahwa setiap ditanya oleh warga sekitar tentang keberadaan anaknya, Artimutinah mengatakan jika anaknya bekerja di luar daerah dan tidak ada di rumah.

"Dia (Artimutinah) tetangga saya. Hanya kenal sebatas tetangga, tidak pernah ngobrol panjang. Setahu saya anak pertama (Asminiwati) pernah kerja di Batam, yang lain saya tidak tahu," tutur pria berusia 55 tahun tersebut.

Namun, lanjut Suko, beberapa hari yang lalu tiba-tiba anak keempat, Anis Mufidah tiba-tiba keluar rumah, lalu diajak ngobrol oleh warga. Anis bercerita bahwa ia dan ketiga saudaranya tidak diizinkan keluar rumah.

"Dari kejadian itu, ada laporan yang masuk ke saya. Lalu saya berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa sepakat ke rumah ibu Artimutinah untuk menanyakan langsung," ujarnya.

"Saat kami datangi rumahnya dia (Artimutinah) bilang bahwa bahwa 2 dua anaknya baru pulang kerja sedangkan dua lagi masih di Batu. Namun saat dicari ternyata dua anaknya berada di kamar," ujar Suko.

Ketika penggeledahan itu Suko menerangkan bahwa kondisi keempat anak Artimutinah terlihat kurus, ia menduga mungkin karena jarang terkena sinar matahari.

Setelah itu, ibu dan keempat anaknya tersebut dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Radjiman Wedyodiningrat, Lawang, untuk diperiksa kejiwaannya.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Hukum, Organisasi dan Hubungan Masyarakat RSJ Lawang, Ribut Supriyatin, mengatakan, pihaknya masih melakukan observasi untuk menentukan apakah keluarga tersebut mengalami gangguan kejiwaan.

Seperti diberitakan oleh Ngopibareng.id sebelumnya, seorang ibu bernama Artimutinah menyekap empat anak kandungnya di dalam rumahnya selama 20 tahun di Desa Banjarejo, Pakis, Kabupaten Malang, RT 04, RW 02.

Keempat orang tersebut yaitu Asminiwati, 45 tahun; Titin Yuliarsih, 42 tahun; Virnawati, 40 tahun dan Anis Mufidah. Keempatnya merupakan anak perempuan terduga pelaku.

Penulis : Lalu Theo Ariawan Hidayat Kabul
Editor : Rizal A


Bagikan artikel ini