Suhu dingin. (Foto: Ilustrasi)

Penyebab Suhu Dingin Terjadi di Berbagai Kota Hari Ini

Warta Bumi 26 July 2020 11:12 WIB

Beberapa hari terakhir sejumlah kota di Indonesia mengalami cuaca dingin yang berbeda. Di media sosial khususnya Twitter bahkan hastag dingin menyertai banyak postingan status.

Di beberapa kota seperti Bandung bahkan cuaca dingin bisa mencapai 16 derajat. Cuaca dingin juga terpantau di Surabaya, Jakarta, Semarang, Yogyakarta hingga Bali.

Cuaca dingin ini juga membuat tanaman di pegunungan Dieng Jawa Tengah diselimuti es. Beragam foto penampakkan tanaman berselimut es di Dieng juga menjadi sangat viral di berbagai media sosial. Bahkan pemerintah Banjarnegara menyebutkan cuaca di Dieng sempat menyentuh minus 3,5 derajat celcius.

Di Dieng, fenomena munculnya butiran es disebut sebagai embun upas. Embun upas biasanya memang muncul di Dieng ketika musim kemarau seperti saat ini.

Lantas apa yang menyebabkan suhu udara belakangan ini menjadi sangat dingin? Kenapa suhu sekarang dingin? Kenapa suhu dingin terjadi di beberapa kota seperti Surabaya, Bandung, Jakarta, Semarang, Yogyakarta bahkan Bali?

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Herizal mengatakan, udara dingin yang terjadi pada malam hingga menjelang pagi merupakan pertanda masuknya musim kemarau.

"Sederhana saja melihatnya. Semakin cerah langit saat kemarau akan semakin dingin udara dirasakan pada malam dan menjelang pagi hari," kata Herizal.

Pada puncak kemarau, langit biasanya memang sangat cerah sehingga udara di permukaan bumipun akan semakin dingin.

Dengan cerahnya langit, maka radiasi hangat Bumi yang terlepas ke angkasa tidak akan ada hambatan. Radiasi Bumi akan secara maksimal lepas ke angkasa sehingga udarapun akan semakin dingin.

"Waktu malam hari tidak ada radiasi dari Matahari padahal radiasi Bumi yang terlepas ke angkasan bisa maksimal," kata dia.

Hal yang sama diungkapkan prakirawan cuaca BMKG Nanda Alfuadi. Menurut dia, ada dua hal yang mempengaruhi udara dingin terjadi di beberapa daerah yakni terkait kandungan uap air di atmosfer serta pengaruh kecepatan angin.

Kandungan uap air di atmosfer yang cukup rendah di Indonesia bagian selatan dalam beberapa pekan terakhir menyebabkan radiasi gelombang panjang dari Bumi dan menghangatkan atmosfer Bumi lapisan bawah terlepas ke angkasa.

Hal inilah yang menyebabkan awan berkurang sehingga tidak ada hambatan bagi radiasi Bumi terlepas ke angkasa.

"Atmosfer yang cukup kering ini diperkuat dengan kecepatan angin dari selatan Indonesia sehingga udara di Indonesia selatan terasa semakin dingin," kata dia.

Meski demikian, saat ini belum masuk puncak suhu dingin. "Diprakirakan suhu dingin puncak pada Agustus dan awal September. Kondisi ini akan terasa di Jawa, Bali, NTB dan NTT," kata dia.

Penulis : Rohman Taufik

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

30 Sep 2020 10:20 WIB

Sukmawati Soekarnoputri Trending Usai Membahas Ideologi PKI

Nasional

Nama Sukmawati Soekarnoputri jadi trending Twitter Indonesia.

30 Sep 2020 10:06 WIB

Bandung All Terrain Challenge: Berawal Romli Hingga Rebut 5 KOM

Gowes Bareng

Bandung All Terrain Challenge sangat berkesan bagi peserta.

30 Sep 2020 09:42 WIB

Donald Trump dan Joe Biden Kompak Tak Pakai Masker

Internasional

Debat perdana capes AS kompak tak pakai masker.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...