Penutupan Taman Nasional Dimungkinkan atas Pertimbangan Ilmiah

14 Feb 2019 12:12 Warta Bumi

Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Djati Witjaksono Hadi mengatakan, menutupan suatu taman nasional dimungkinkan dengan pertimbangan ilmiah atau kondisi khusus.

"Penutupan suatu taman nasional dimungkinkan dengan pertimbangan ilmiah atau atas kondisi khusus, misalnya terjadi erupsi gunung berapi, kondisi cuaca ekstrem sehingga pendakian ditutup sementara seperti di TN Gunung Rinjani, TN Gunung Merapi, TN Bromo Tengger Semeru," kata Djati Witjaksono Hadi, Kamis.

Dia mengemukakan hal itu, melalui pesan Whatsaap berkaitan dengan rencana Pemerintah NTT menutup Taman Nasional Komodo selama satu tahun untuk kepentingan konservasi.

Menurut dia, selain karena pertimbangan ilmiah dan kondisi khusus, penutupan suatu kawasan taman nasional karena adanya kerusakan habitat atau gangguan terhadap satwa liar yang dilindungi akibat dari aktivitas pengunjung, bencana alam, dan mewabahnya hama dan penyakit seperti di Taman Nasional (TN) Way Kambas.

Penutupan kawasan taman nasional menjadi kewenangan Direktorat Jenderal KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, katanya.

Mengenai populasi, dia menambahkan, berdasarkan monitoring Balai TN Komodo dan Komodo Survival Programme, pada tahun 2017, jumlah populasi komodo sebanyak 2.762 individu, yang tersebar di Pulau Rinca (1.410), Pulau Komodo (1.226), Pulau Padar (2), Pulau Gili Motang (54), Pulau Nusa Kode (70).

Sedangkan populasi rusa adalah sebanyak 3.900 individu, dan kerbau sebanyak 200 individu.

Pada 2018, ditemukan satu individu komodo mati secara alamiah karena usia.

Dia menambahkan, ancaman terhadap komodo adalah masih ditemukannya perburuan rusa, yang pada umumnya dilakukan oleh oknum masyarakat. Kejadian perburuan rusa pada 2018 telah ditangani secara hukum oleh pihak Polres Bima.

Program penangkaran rusa telah dibangun di Kecamatan Sape Kabupaten Bima, dalam rangka untuk mengurangi tingkat perburuan rusa di TN Komodo, katanya menjelaskan. (ant)

Penulis : Moch. Amir


Bagikan artikel ini