Penusukan Wiranto, Twitter Hanum Rais Digembok

14 Oct 2019 04:46 Hukum

Seorang masyarakat bernama Jalaluddin telah melaporkan lima akun media sosial yang diduga melakukan ujaran kebencian terkait kasus penusukan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto di Alun-alun Menes, Pandeglang, Banten, Kamis 10 Oktober 2019.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono membenarkan adanya laporan itu. Pihaknya saat ini masih memeriksa laporan tersebut. "Laporan sudah kita terima. Kita selidiki," kata Argo.

Ia menyatakan tidak menutup kemungkinan pihaknya akan memanggil pelapor untuk dimintai keterangan sebelum melakukan pemanggilan terhadap para pemilik akun.

Jalaluddin melaporkan lima akun yakni @hanumrais milik Hanum Rais yang merupakan putri dari politikus senior Amin Rais, kemudian akun @JRX_SID yang dimiliki musisi Jerinx, dan akun @fullmoonfolks.

Selain itu, Jalaluddin juga melaporkan dua akun Facebook bernama Jonru Ginting dan Gilang Kazuya Shimura. Laporan tersebut dilakukan ke Polda Metro Jaya pada Jumat 11 Oktober 2019.

"Iya betul, klien kami melaporkan akun-akun media sosial tersebut lantaran menyebarkan ujaran kebencian dan berita hoaks terkait kasus penusukan yang dialami oleh Menko Polhukam Wiranto," kata kuasa hukum Jalaluddin yang juga Ketua Cyber Indonesia Muannas Alaidid.

Dalam pelaporan tersebut, Jalaluddin membawa sejumlah barang bukti berupa tangkapan layar status akun media sosial itu dan tautan URL yang disimpan dalam sebuah flashdisk.

Adapun laporan Jalaluddin tercatat dengan nomor LP/6558/X/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus 11 Oktober 2019. Akun-akun tersebut dilaporkan dengan Pasal 28 Ayat (2) UU ITE, kemudian Pasal 14 dan 15 UU 1/1946.

Hanum Rais rupanya memilih mengunci akun Twitter pribadinya. Akun penulis novel 99 Cahaya di Langit Eripa itu sudah tidak bisa menampilkan cuitan-cuitan Hanum. Hal itu ia lakukan seusai cuitannya dilaporkan ke polisi.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal PAN Saleh Partaonan Daulay menilai cuitan tentang rekayasa untuk dana deradikalisasi oleh Hanum Rais di twitter, belum tentu ditujukan untuk kejadian penikaman yang menimpa Wiranto.

Ia mengatakan, Hanum Rais perlu mengklarifikasi kicauan dia di media sosial, apakah yang dimaksud adalah Wiranto atau sosok tertentu.

"Tentu ini perlu diluruskan dan diklarifikasi. Bisa saja, cuitan yang tersebut tidak dimaksudkan pada sosok tertentu," ujarnya.

Saleh mengingatkan pihak yang melaporkan Hanum agar jangan terlalu mudah mengambil kesimpulan. Apalagi, jika laporan didasarkan pada hal yang belum tentu ada kaitannya.

"Masih perlu didalami. Jangan terlalu mudah mengambil kesimpulan," kata Saleh.

Ia sendiri mengaku belum membaca utuh unggahan twitter Hanum Rais, yang telah dihapus itu.

Penulis : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini