Penjualan Kerak Telor Meningkat karena Pesanan Online

27 Jul 2019 06:30 Legenda Tenan

Omzet penjualan kerak telur di Jakarta mengalami peningkatan sejak berkembangnya bisnis jual beli daring (online) atau e-commerce yang kian memperluas jangkau pasar kuliner lokal.

Menurut pedagang kerak telur Lapangan Banteng Jakarta, Faisol, dengan maraknya bisnis online pendapatannya meningkat drastis hingga lima kali lipat.

"Sebelum ada online, berjualannya susah hanya laku 10 telur sehari. Sekarang pesanan banyak datang dari ojek online bisa lebih dari 50 telur," kata Faisol di Jakarta, Jumat kemarin.

Dagangan kerak telur yang dia buat itu mulai merambah pasar digital pada tahun 2017. Anak sulungnya yang mengatur sistem penjualan daring tersebut.

Faisol memiliki 10 gerai kerak telur yang tersebar di beberapa wilayah DKI Jakarta. Adapun omzetnya mencapai Rp60 juta per bulan.

"Itu pendapatan kotor, atau belum dikurangi biaya bahan dani gaji karyawan. Penghasilan bersih sampai Rp30 juta per bulan," ujarnya.

Peningkatan penjualan yang didapatkan itu membuat pedagang kuliner tradisional, khususnya kerak telur, makin makmur.

 

Pedagang kerak telor di kawasan Pasar Senen Jakarta FotoAntara
Pedagang kerak telor di kawasan Pasar Senen, Jakarta. (Foto:Antara)

Kerak telor adalah makanan khas betawi yang terbuat dari bahan beras ketan putih telur ayam, ebim (udang kecil) dan bawang merah goreng yang nantinya ditambah bumbu halus seperti cabai merah, kencur, jahe, garam, gula pasir, merica butiran, dan suiran kelapa yang sudah di sangrai.

Makanan ini sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Semuanya berawal dari puluhan tahun yang lalu, dimana makanan lezat yang satu ini tercipta secara tidak sengaja atau coba coba oleh sekawanan orang Betawi yang tinggal di daerah Menteng ibukota Jakarta.

Pada waktu itu di Batavia masih  banyak pohon kelapa yang tumbuh subur. Karena banyaknya pohon kelapa, masyarakat Betawi ingin memanfaatkan hasil dari buah Kelapa itu selain diminum atau dibikin minyak saja. Kelapa inilah yang jadi bahan utama kerak telor.

Kini di Jakarta pedagang kerak telor banyak terdapat di Lapangan Banteng dan kawasan Kemayoran. Di Surabaya mulai bermunculan pedagang kerak telor, salah satunya di Jl.Wijaya Kusuma. (an/ar)

Penulis : M. Anis


Bagikan artikel ini