Jelang Pelantikan Presiden, Pengamanan Jakarta Diperketat

19 Oct 2019 08:30 Nasional

Jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin, pengaman di wilayah Jakarta diperketat. Seluruh objek vital dan pusat-pusat keramaian dijaga aparat keamanan gabungan TNI-POLRI dan Satpol PP.

Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024, akan berlangsung di Gedung Nusantara I DPR - MPR Senayan, Minggu 20 Oktober 2019 sore.

Dalam pengamatan Ngopibareng.id, objek vital yang mendapat penjagaan khusus antara lain Istana Merdeka, Istana Negara, Istana Wapres, Monas, Gedung MPR-DPR, stasiun TV Nasional, RRI, pelabuhan penyeberangan, bandar udara, stasiun KA, rumah sakit, tempat ibadah, pusat perbelanjaan, terminal, depo pertamina, beberapa hotel berbintang tempat menginap tamu negara yang akan menghadiri acara pelantikan presiden dan wakil presiden.

Aparat keamanan gabungan tersebut juga disebar di jalan protokol seperti Jalan Metdeka Barat, Jalan MH Tamrin, Jembatan Semanggi, Jalan Sudirman dan ruas jalan menuju Gedung DPR.

Warga Jakarta, merasa senang dengan banyaknya aparat keaman yang turun ke jalan. Membuat situasi keaman di Jakarta lebih kondusif. Bahkan ada beberapa warga yang mengajak aparat keamanan foto bersama.

Aparat keamanan yang mendapat tugas khusus mengawal dan mengamankan jalannya pelantikan presiden dan wakil presiden tidak seluruhnya memakai seragam dinas. Ada yang berpakaian sipil dan berbaur dengan masyarakat untuk melakukan penyamaran.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto sebelumnya menjelaskan, bahwa pasukan yang ditugaskan dalam rangka mengamankan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI sebanyak 30 ribu personel.

“Pengamanan mulai dilaksanakan hari ini, pasukan yang terlibat sudah di-insert ke wilayah-wilayah sesuai tanggung jawabnya. Ring 1 dilaksanakan dan di bawah tanggung jawab Paspampres, Ring 2 di bawah tanggung jawab TNI dan Ring 3 di bawah tanggung jawab gabungan antara TNI, Polri dan unsur lainnya,” jelasnya.

Terkait pengamanan objek vital, Panglima TNI mengatakan, bahwa objek yang akan diamankan diantaranya presiden, wakil presiden dan keluarganya, tamu-tamu undangan, baik luar negeri seperti kepala negara, kepala pemerintahan dan utusan khusus, mulai dari saat kedatangan, di perjalanan sampai dengan tempat hotel maupun wisma, hingga sampai ke gedung DPR/MPR.

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menutup sejumlah jalan menuju Gedung DPR di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, hingga 20 Oktober 2019.

Penutupan jalan tersebut diberlakukan sampai pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih pada 20 Oktober selesai.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Nasir mengatakan, kepolisian telah menyiapkan rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi adanya kepadatan kendaraan bermotor.

"Arus lalu lintas di sekitar Gedung DPR dialihkan sampai 20 Oktober 2019. Rekayasa lalu lintas bersifat situasional. Jadi para pengendara diharapkan mengambil jalur alternatif," kata Nasir saat dihubungi, Jumat 18 Oktober 2019.

Sebelumnya, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusuf mengatakan, polisi akan menambah jumlah personel pengamanan saat pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih.

"Kita perketat (pengamanan), mungkin yang dulunya sekian anggota, nanti ditambah dua kali lipat. Yang dulu biasanya 1.500 (personel lantas), sekarang (saat pelantikan) sebanyak 3.000-an anggota dikerahkan," kata Yusuf.

Penulis : Asmanu Sudharso
Editor : Rizal A


Bagikan artikel ini