Pengalaman Menakjubkan Dakwah Syaikh Fadhil Al-Jailani

17 Feb 2019 03:32 Khazanah

Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Maroko sedang punya gawe. Menggelar pameran beberapa turats karya ulama Nusantara. Selain itu, menggelar muhadharah yang diisi Syaikh Fadhil Al-Jailani di Casablanapada, Kamis 14 Februari 2019.

Dalam muhadharahnya Syekh Fadhil Al-Jailani menunjukkan kebanggaannya terhadap Indonesia dan menceritakan beberapa pengalamannya saat mengunjungi negara Indonesia.

“Indonesia adalah negara kedua saya,” kata keturunan Sulthanul Auliya Syekh Muhyiddin Abdul Qadir Al-Jailani RA itu dengan menggunakan bahasa Indonesia yang fasih yang diungkapkan oleh Ketua PCINU Maroko, Ahmad Sri Bintang, dalam rilisnya, Sabtu 16 Februari 2019.

"Dalam muhadharahnya Syekh Fadhil Al-Jailani menunjukkan kebanggaannya terhadap Indonesia dan menceritakan beberapa pengalamannya saat mengunjungi negara Indonesia."

Dalam pembukannya itu, lanjut Bintang, ia mengawali dengan menjelaskan sirah Syekh Abdul Qadir Al Jailani dan memaparkan beberapa karangan-karangannya, di antaranya adalah Fiqih Al Jailani, Nashoih Al-Jailani, Nahru Al-Qadiriyah (sirah Syekh Abdul Qadir Al-Jailani), serta Tafsir Al-Jailani.

Ulama terkemuka asal Turki itu memiliki peran yang luar biasa dalam mengumpulkan jejak peninggalan Syekh Abdul Qadir Al-Jailani. Ia berhasil mengumpulkan kitab turats peninggalan kakeknya itu yang membutuhkan waktu cukup lama.

Bintang juga memaparkan, kunjungannya ke Maroko yang kedua kali itu didasarkan atas khidmatnya kepada Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani.

“Atas tujuan khidmat itulah sehingga bisa mengantarkan saya untuk berpijak di Maghrib dan belahan dunia lainnya,” jelasnya.
Agenda muhadharah tersebut diakhiri dengan pemberian ijazah ‘ammah untuk semua kitab-kitab Syekh Abdul Qadir Al-Jailani terutama dzikir-dzikir dan shalawat munajat oleh Syech Fadhil dan ditutup dengan do’a.

Kegiatan muhadharah adalah bagian dari rangkaian acara dalam pameran buku internasional yang diikuti oleh PCINU Maroko dalam event SIEL (Salon International de L'Édition et du Livre) ke-25 akan berakhir pada 17 Februari 2019. (adi)

Penulis : Riadi


Bagikan artikel ini