Menparekraf Wishnutama Kusubandio. (Foto:Antara)

Penerimaan Negara dari Sektor Pariwisata Anjlok 50 Persen

Ekonomi dan Bisnis 16 April 2020 13:54 WIB

Penerimaan devisa dari sektor pariwisata tahun ini anjlok 50 persen. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio memperkirakan, penerimaan devisa dari sektor pariwisata pada tahun ini dapat berkurang hingga separuhnya dari penerimaan pada 2019 yang sebesar 20 miliar dolar AS.

“Kurang lebih tahun lalu sekitar 20 miliar dolar AS, mungkin tahun ini bisa sekitar separuhnya, bahkan lebih dari separuhnya kehilangan devisa, tergantung berhentinya situasi dampak COVID-19 ini,” kata Menparekraf di Jakarta, Kamis.

Proyeksi menyusutnya penerimaan devisa itu masih bersifat sementara. Angka itu disusun Kemenparekraf dengan catatan jika pada Juni 2020 industri pariwisata sudah memulai pulih dari situasi pandemi Virus Corona baru atau COVID-19.

Merosotnya penerimaan devisa itu juga karena kunjungan wisatawan mancanegara diperkirakan turun. Menparekraf memperkirakan tahun ini jumlah wisatawan hanya sekitar  lima juta orang anjlok dibanding 2019 yang sebesar 16 juta wisatawan.

“Jadi dari tahun lalu 16 juta wisatawan, mungkin tahun ini 5 juta wisatawan,” ujar Menparekraf.

Dia mengatakan setelah Juni 2020 pemulihan pariwisata akan berjalan secara bertahap dan pada 2021 akan mulai terakselerasi.

Namun dengan tekanan dari situasi pandemi ini, kata dia, pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif telah mempelajari banyak langkah agar industri ini bisa lebih berkelanjutan di kemudian hari.

“Yang penting kita bisa melalui ini dengan baik. Saya justru meyakini, karena kita mengalami proses luar biasa, justru sektor pariwisata dan ekonomi kreatif bisa lebih baik dari sebelumnya,” ujar Menparekraf. (ant)

Penulis : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

14 Aug 2020 05:00 WIB

Populer Saat Covid-19, Ini Penjelasan Resesi

Ekonomi dan Bisnis

Resesi banyak disebut selama pandemi Covid-19.

13 Aug 2020 17:29 WIB

Sepi Pembeli, Kopi Gayo Menumpuk di Gudang

Ekonomi dan Bisnis

Sudah permintaan tidak ada, harganya jatuh, lebih baik disimpan.

11 Aug 2020 17:04 WIB

Menhub: Perusahaan Penerbangan Terancam Bangkrut

Ekonomi dan Bisnis

Luthfansa Jerman dan Air France Prancis terancam gulung tikar.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...