dr. Dini Dharmawidiarini,Sp.M (K) spesialis Lasik, katarak dan bedah kornea dari Rumah Sakit Mata Undaan (RSMU) Surabaya. (Foto: Pita/ngopibareng.id)

Pencangkokan Kornea Semakin Berkembang, Ini Teknik Terbarunya

RS Mata Undaan 09 December 2019 17:10 WIB
RS Mata Undaan

Teknik operasi pencangkokan kornea mengalami perkembangan. Jika dulu menggunakan teknik Penetrating Keratoplasty, yaitu mengganti seluruh lapisan kornea mata. Lalu berkembang lagi teknik bernama Lamellar Keratoplasty. Teknik ini hanya mengganti lapisan kornea mata yang rusak saja bukan seluruhnya. 

Sekarang teknik Lamellar Keratoplasty, menurut dr. Dini Dharmawidiarini,Sp.M (K) spesialis lasik, katarak dan bedah kornea dari Rumah Sakit Mata Undaan (RSMU) Surabaya, pun juga ikut berkembang.

"Teknik Lamellar Keratoplasty saat ini berkembang lebih banyak lagi. Yang terbaru, teknik Femtosecond Laser Keratoplasty yang mengganti bagian kornea lebih tipis lagi," jelasnya.

Dokter dengan sub spesialis bedah kornea menjelaskan, teknik Femtosecond Laser Keratoplasty juga menggunakan alat yang bernama Femtosecond laser. Dengan teknik ini dapat menyesuaikan donor kornea agar lebih presisi antara donor dan pasiennya.

"Kalau dulu memotong donor dengan pisau microkeratom hanya bisa dengan ukuran yang bulan seperti 10,25 atau sebagianya. Dengan alat dan teknik Femtosecond Laser Keratoplasty bisa memotong donor dengan ukuran lebih presisi misal 10,25 atau 11,40 semuanya bisa diatur dengan alat dan teknik ini," jelas Dini.

Jadi, lanjut Dini, donor yang akan dilakukan pada pasien bisa benar-benar presisi dan nyaman bagi mata pasien tersebut.

Semakin berkembanganya teknik pencangkokan ini, Dini mengungkapkan, tentu mempunyai kesulitan tersendiri. Tapi ia juga berharap dengan semakin berkembangnya teknik semakin baik pula hasil yang didapatkan oleh pasien.

"RSMU sudah memiliki alat Femtosecond Laser ini. Pasien pertama dengan menggunakan teknik ini akan dilakukan awal tahun depan (2020) di RSMU," imbuh dia.

Dini menggungkapkan, sebenarnya kasus pencangkokan kornea sangat banyak. Tapi tidak banyak yang bisa dikerjakan karena keterbatasan donor.

"Untuk itu pengalakan pentingnya donor mata juga menjadi konsen saat ini. Sebab dengan teknik yang berkembang dibutuhkan juga donor yang banyak, agar lebih banyak lagi orang dengan keterbatasan indra penglihatan bisa ditolong," pungkasnya.

Penulis : Pita Sari

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

15 Sep 2020 16:42 WIB

Ini Tips Agar Mata Tetap Sehat Saat Belajar Daring

RS Mata Undaan

Menjaga mata tetap sehat penting saat belajar daring masa pandemi covid-19.

08 Sep 2020 15:35 WIB

Ini Panduan Cepat Daftar Online Aplikasi RSMU EYEcare

RS Mata Undaan

Ada 4 Cara Mudah Melakukan Pendaftaran Lewat RSMU Eyecare

02 Sep 2020 13:15 WIB

Benarkah Memandang Orang Sakit Mata Merah Akan Tertular?

RS Mata Undaan

Ini jawaban dokter spesialis mata dari Rumah Sakit Mata Undaan, Surabaya

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...