Penahanan Vanessa Angel Ditambah Menjadi 40 Hari

22 Feb 2019 14:52 Kriminalitas

Kepolisian Daerah Jawa Timur dipastikan akan memperpanjang penahanan tersangka UU ITE dalam kasus Prostitusi online Vanessa Angel, menjadi 40 hari.

Kepala Bidang Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, sebenarnya,  hari ini Jumat 22 Februari 2019, Vanessa baru ditahan selama 19 hari, dan baru esok menjadi  20 hari.

"Bahwa penahanan yang dilakukan Polda Jatim terhadap kasus prostitusi online kita tahu semua bahwa VA sudah 20 hari," kata Barung, di Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur, Jumat 22 Februari 2019.

Menurut Barung perpanjangan penahanan terhadap Vanessa menjadi 40 hari ke depan pun sudah sesuai dengan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), di mana polisi mempunyai hak melakukan perpanjangan karena satu dan lain hal.

Perpanjangan penahanan ini pun, bertujuan untuk menyiapkan segala kelengkapan berkas perkara yang menjerat Vanessa, sebelum dilimpahkan ke Kejaksaan.

"Untuk kita perpanjang selama 40 hari ke depan, dalam rangka kita memperjelas menyiapkan berkas yang ada untuk kepentingan daripada VA di Kejaksaan," kata Barung.

Kepolisian Daerah Jawa Timur kini sedang dalam tahap pengumpulan kelengkapan berkas kasus ini. Pihaknya menargetkan bakal sudah terlengkapi pada pekan depan, dan segera diajukan untuk tahap satu.

"Kita harapkan minggu depan sudah ada kejelasan bahwa kasus ini sudah kita majukan tahap 1, dan kemudian koreksi-koreksi yang kita dapatkan nanti sebagai kelengkapan," ujar Barung.

Berkas yang masih dikumpulkan tersebut, menurut Barung adalah bukti formal yakni, surat-surat yang menjelaskan bahwa pihak penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi ahli.

"Formalnya itu surat-surat yang kita ajukan sebagai bukti bahwa kita sudah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa ahli, nah itu salah satunya kita siapkan formalnya," katanya.

Dan juga ada pula bukti material, yang berupa alat yang digunakan Vanessa untuk mentransmisikan sejumlah video dan foto yang diduga bermuatan asusila tersebut.

"Kemudian materialnya pembuktian daripada apa yang dilakukan oleh VA, apakah materialnya susuai dengan alat transmisi yang dimiliknya mentransmisikan itu. Semua itu kita lengkapi baik material maupun formalnya," pungkas Barung. (ocn)

Penulis : Roesdan Suriansyah
Editor : Moch. Amir


Bagikan artikel ini