Tersangka penyebar berita hoaks dan ujaran kebencian di Asrama Mahasiswa Papua (AMP), Tri Susanti telah diperpanjang penahananya selama 40 hari, seiring BAP-nya belum selesai. (Foto: Haris/ngopibareng.id)

Polda Jatim Perpanjang Penahanan Tersangka Mak Susi

Jawa Timur 23 September 2019 15:00 WIB

Polda Jatim memperpanjang penahanan tersangka kasus ujaran kebencian dan provokasi aksi kerusuhan massa di asrama mahiswa Papua Jalan Kalasan, Surabaya.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Barung mengatakan penyidik telah memperpanjang penahanan tersangka Tri Susanti selama 40 hari. 

"Iya benar, penahanan tersangka TS diperpanjang selama 40 hari," kata Barung, Senin, 23 September 2019.

Perpanjangan penahanan itu dilakukan seiring berkas penyidikan perkara dengan tersangka Tri Susanti atau Mak Susi belum selesai. 

Selain itu juga, penahanan pertama selama 20 hari sudah berakhir. Sehingga sesuai ketentuan KUHAP, selama pemberkasan belum selesai, penahanan tersangka bisa diperpanjang selama 40. 

"Selama 40 hari ini penyidik harus menyelesaikan pemberkasan hingga pelimpahan ke kejaksaan," katanya

Sementara, Kuasa Hukum Mak Susi, Sahid menyebut dalam surat perpanjangan penahanan yang diterima, ada kesalahan penulisan. Dalam surat itu, Mak Susi disebut laki-laki.

"Ada kesalahan di surat,  identitas Ibu Susi ditulis laki-laki. Tapi saya belum sempat menanyakan. Saya rasa suratnya harus diganti, kalau identitasnya salah kan bisa salah orang. Kalau perempuan ditulis laki-laki kan bisa Susi yang lain bukan Susi yang ini," kata Sahid.

Dengan adanya perpanjangan penahanan ini, permohonan penangguhan penahanan kliennya tidak dikabulkan penyidik Polda Jatim.

Sahid menyayangkan hal ini, karena seharusnya pasal yang menjerat Mak Susi tidak wajib dilakukan penahanan.

"Saya sebagai kuasa hukum sangat kecewa, dan menyayangkan ada perpanjangan. Dalam pasal yang menjerat Mak Susi yaitu pasal 28 itu tidak harus ditahan," ujar Sahid.

Penulis : Haris Dwi

Editor : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

06 Aug 2020 17:00 WIB

Barbuk di Kos Gilang untuk Lengkapi Penyidikan Fetish Kain Jarik

Surabaya

Olah TKP untuk mencari petunjuk dalam ungkap kasus Gilang.

06 Aug 2020 16:36 WIB

Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Polisi Geledah Kamar Kos

Surabaya

Sebagai alat bukti awal penyidikan.

04 Aug 2020 19:54 WIB

Buka Wadah Aduan, Polda Jatim Belum Terima Laporan Korban Fetish

Kriminalitas

Data yang masuk di Unair dari 15 korban masih sumir.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...